nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 4 Perusahaan Asing yang Melakukan PHK Massal Akibat Pandemi Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2218008 ini-4-perusahaan-asing-yang-melakukan-phk-massal-akibat-pandemi-covid-19-cU31JXnK4Z.jpg Karyawan terkena PHK massal (Foto: Red e App)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 rupanya berdampak terhadap ekonomi. Akibat dihantam pandemi ini banyak perusahaan yang merugi dan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap karyawannya.

Banyak perusahaan yang kesulitan menggaji karyawannya sejak merosotnya permintaan pelanggan akibat pandemi Covid-19. Lalu perusahaan asing apa saja yang melakukan PHK massal terhadap karyawannya?

 Mesin pesawat Roll Royce

1. Rolls Royce

Berita menyedihkan didengar dari perusahaan pembuat mesin kelas kakap, Roll Royce. Perusahaan bergengsi tersebut melakukan PHK terhadap 9.000 karyawannya. Sebuah jumlah yang cukup fantastis dan bisa berpengaruh besar terhadap ekonomi.

Roll Royce terpaksa melakukan PHK kepada karyawannya karena menurunnya permintaan produk mesin pesawat. Sejak diberlakukannya lockdown di banyak negara, penerbangan sangat dibatasi.

Seperti dilansir dari News Week, CEO Rolls Royce Warren East mengatakan, "Ini bukanlah krisis yang kami buat. Namun ini adalah krisis yang kami hadapi dan kami harus mengatasinya."

"Diberitahu bahwa tidak ada lagi pekerjaan bagi Anda merupakan hal mengerikan dan sangat sulit bagi kita semua. Apalagi jika kita bangga bekerja untuk Rolls Royce," ujar East

2. Adidas

PT Shyang Yao Fung, produsen sepatu Adidas memutuskan untuk menutup pabrik sepatu yang ada di Tangerang. Penutupan ini pun membuat 2.500 pekerja Adidas kehilangan pekerjaannya.

 Baca juga: Terpukul Covid-19, Qatar Airways Bakal PHK Pegawai

"Per Mei ini sudah tutup. Di sana (pabrik di Tangerang) ada 2.500 pekerja," ujar Ketua umum Ketua umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, saat dihubungi Okezone.

 Baca juga: Virus Corona, BMW Hentikan Produksi Pabrik Eropa hingga 19 April

Eddy mengakui, pandemi Covid-19 sangat berdampak besar pada industri sepatu di Indonesia. Hal ini yang membuat perusahaan sepatu harus melakukan efisiensi, seperti yang dilakukan Adidas. Ini memang keputusan yang sulit.

3. Airbnb Inc

Airbnb Inc melakukan PHK 25% dari total tenaga kerjanya atau hampir 1.900 karyawan akibat dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

"Bisnis Airbnb terpukul keras dengan pendapatan tahun ini diperkirakan kurang dari setengah dari apa yang kami peroleh pada tahun 2019," kata pendiri Airbnb Brian Chesky seperti dilansir Reuters.

Karyawan yang diberhentikan di Amerika Serikat akan mendapatkan gaji pokok 14 minggu ditambah satu minggu tambahan untuk setiap tahun di Airbnb.

Dengan jutaan wisatawan membatalkan rencana liburan, perjalanan kerja, dan kunjungan keluarga, Airbnb mengalami kerugian yang cukup banyak.

4. Qatar Airways

Maskapai penerbangan internasional Qatar Airways bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagian pegawainya karena pandemi Covid-19 yang memukul keras industri penerbangan dunia.

Perusahaan yang berbasis di Doha ini belum mengungkapkan berapa banyak pegawai yang akan di-PHK. Namun sebuah memo dari CEO-nya yang bocor ke tangan media menyebutkan, jumlahnya akan signifikan dan mencakup awak kabin.

“Prakiraan global bagi industri kita terlihat buruk dan banyak perusahaan penerbangan menutup atau secara signifikan mengurangi operasinya,” kata CEO Qatar Airways Akbar Al Baker dilansir dari VOA.

Sebuah pernyataan dari Qatar Airways yang dikirim ke kantor berita Associated Press mengukuhkan rencana PHK itu. Baik Qatar Airways maupun Al Baker mengatakan, perusahaan itu berharap bisa mempekerjakan kembali para pegawainya segera setelah industri penerbangan dunia bangkit setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini