nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Lebaran, Apakah Sebaiknya Kartu Kredit Ditutup? Ini Saran Pakar Keuangan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2218184 usai-lebaran-apakah-sebaiknya-kartu-kredit-ditutup-ini-saran-pakar-keuangan-XKwEnUc6bb.jpg Kartu kredit (Foto: CNBC)

JAKARTA - Pengeluaran seringkali membengkak saat lebaran. Selain tradisi masyarakat Indonesia yang gemar merayakan hari besar umat Islam ini dengan membeli sejumlah barang baru, di tengah pandemi Covid-19 juga banyak pegawai yang tak mendapatkan tunjangan hari raya (THR).

Di sisi lain, jika Anda gemar membeli sesuatu menggunakan kartu kredit, tentu tagihan akan membengkak usai lebaran. Lantas, apakah sebaiknya kartu kredit ditutup saja?

kartu kredit

Menanggapi hal tersebut, Pakar Keuangan Agustina Fitria mengatakan, bagi pengguna kartu kredit yang memiliki kedisiplinan tinggi, Fitria menyarankan sebaiknya kartu kredit tak usah ditutup. Pasalnya, pengguna sudah pasti akan membayar tagihannya tepat waktu.

Baca juga: Benarkah Bunga Kartu Kredit di RI Paling Tinggi di Dunia?

"Asalkan kartu Kredit disiplin dibayar lunas, tidak perlu ditutup," ujar Fitria saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Baca juga: Bayar Tagihan Kartu Kredit Cuma 5%

Namun, lanjut Fitria, jika di kartu kredit tersebut terdapat fitur annual fee, pengguna bisa mengajukan permohonan penghapusan. Pasalnya, di tengah situasi darurat pandemi Covid-19 ini semua membutuhkan keringanan.

"Kalo kartu kreditnya ada annual fee, mintakan permohonan penghapusan annual fee-nya. Biasanya penerbit kartu kredit ada program seperti itu," kata Fitria.

Disisi lain, Bank Indonesia (BI) juga telah menerapkan kebijakan pelonggaran kartu kredit menimbang kemampuan bayar debitur akibat pandemi virus corona.

Adapun kelonggaran tersebut, antara lain penurunan batas maksimal suku bunga semula 2,25% menjadi 2% per bulan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini