nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala Keluarga Kena PHK, Ini Langkah Awal yang Harus Diambil

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2218193 kepala-keluarga-kena-phk-ini-langkah-awal-yang-harus-diambil-MDKZKucziX.jpg Kepala keluarga kena PHK (Foto: Flexjobs)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih melanda Tanah Air. Pandemi ini juga menghantam sektor ekonomi karena pemerintah belum mencabut kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah yang terdampak. Akibatnya, perputaran ekonomi pun semakin merosot sehingga dari hari ke hari ada saja karyawan yang terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Tak ingin mengeluarkan pesangon, sejumlah perusahaan juga membuat status baru yakni merumahkan karyawannya. Akibatnya karyawan hanya akan dibayar sekian persen dari gaji yang biasa mereka terima dengan tidak diberikan beban kerja.

 PHK

Mendapat keputusan PHK yang mendadak tentu mengakibatkan ketidaksiapan emosi. Hal ini bisa berdampak pada stres dan depresi.

Terlebih, jika si korban PHK merupakan seorang kepala rumah tangga yang sudah memiliki anak. Tentu pemenuhan kebutuhan pun harus tetap berjalan. Apalagi jika mereka memiliki anak di usia bayi atau balita.

Pakar Keuangan Agustina Fitria mengatakan, PHK dapat menimbulkan ketidakstabilan emosi orang yang kena PHK. Oleh karena itu, menenangkan diri sejenak penting dilakukan agar dapat berpikir jernih.

Jika emosi sudah mulai tenang, lanjut Fitria, mencari solusi harus segera dilakukan agar pemenuhan kebutuhan keluarga tetap berjalan stabil.

 Untuk itu, Fitria memberikan tips mengenai langkah awal yang bisa diambil pascamengalami PHK.

1. Buat daftar harta

Catat seluruh aset yang Anda punya. Mulai dari uang pesangon, tabungan, investasi, emas, saham, kendaraan, dan sebagainya.

 Baca juga: 1,7 Juta Pekerja Di-PHK dan Dirumahkan dari 85.000 Perusahaan

2. Hitung harta kekayaan

Setelah menemukan jumlah banyaknya aset yang dimiliki, selanjutnya Anda bisa menghitung besaran pengeluaran Anda sehari-hari. Hal ini dilakukan guna mengetahui sejauh mana Anda dan keluarga dapat bertahan hidup dengan harta tersebut.

 Baca juga: Pekerja yang Dirumahkan dan PHK Tembus 2,2 Juta Orang

3. Hemat

Jika Anda seorang perokok, hentikan kebiasaan itu saat ini. Ubahlah gaya hidup Anda sehemat mungkin. Prioritaskan uang hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan mendesak.

Pangkas uang jajan seluruh anggota keluarga. Alokasikan uang makan hanya untuk makanan pokok. Selain itu, hindari pembelian barang-barang yang tidak perlu sekalipun ada diskon besar.

4. Minta keringanan kreditur

Jika Anda memiliki cicilan, hubungi pihak kreditur untuk minta keringanan pembayaran. Bisa dari cicilan hutang, premi asuransi, pajak, dan juga kewajiban-kewajiban lainnya.

5. Cari peluang

Tak mungkin selamanya Anda hanya mengandalkan tabungan. Untuk itu, mencari penghasilan baru harus segera dilakukan.

Jika mencari pekerjaan terasa mustahil di tengah pandemi ini, coba komunikasikan dengan pasangan Anda untuk bekerjasama mengenai bisnis apa yang bisa Anda lakukan guna menyambung hidup.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini