nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadapi New Normal, KAI Usul Kenaikan Harga Tiket Kereta

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 18:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2218207 hadapi-new-normal-kai-usul-kenaikan-harga-tiket-kereta-c3gS0WdKLI.jpg Pengoperasian Kereta Luar Biasa. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempertimbangkan sejumlah skenario kenaikan tarif penumpang. Hal ini mengantisipasi kondisi new normal di tengah pandemi virus corona.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, ada beberapa skenario yang disiapkan perseroan dalam menghadapi kondisi new normal. Misalnya mengusulkan kenaikan tarif pada kereta api.

"Kami sedang menyiapkan dan kami nanti akan melihat new normal ini sesuai arah kebijakan pemerintah, relaksasi daripada protokol kami ikuti. Jadi kami menyiapkan skenario-skenario tergantung level relaksasinya. Memang terkait pembatasan jumlah penumpang dalam rangka social distancing, ini kami ada 2 opsi," ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (22/5/2020).

Baca Juga: Kondisi Tak Menguntungkan, Ini Strategi KAI Lawan Covid-19

Menurut Didiek, skenario kenaikan ini menyusul adanya social distancing atau physical distancing. Dalam pemberlakuan physical distancing, jumlah penumpang akan dibatasi hanya 50% saja dari total kapasitas yang tersedia

"Apabila okupansi kereta hanya 50% maka perlu adanya penyesuaian tarif," ucapnya.

Baca Juga: KAI Pastikan Tak PHK Karyawan meski Bisnis Terhantam Corona

Namun menurut Didiek, nantinya tidak semua moda transportasi kereta akan mengalami kenaikan tarif. Sebab kenaikan hanya diberlakukan untuk moda transportasi jarak jauh saja.

"Apabila okupansi 50% ya ini seperti yang ada di pesawat udara, kemungkinan kami akan ajukan kenaikan tarif. Namun logikanya kenaikan tarif ini hanya untuk kereta jarak jauh saja. kalau untuk commuter relatif tetap," kata Didiek.

Skenario kedua adalah jika angkutan new normal yang dimaksud adalah penumpang yang diangkut bisa penuh. Maka perseroan akan meningkatkan protokol pencegahan Covid-19 secara lebih ketat misalnya dengan memberikan alat pelindung wajah (face Shield).

"Penumpang akan dilengkapi pakai face shield dan pemeriksanaan suhu dilakukan 3 jam sekali. Kemudian setiap 30 menit akan ada petugas yang membersihkan misalnya gagang pintu, pintu toilet atau barang barang yang rentan dipegang penumpang," jelasnya.

Didiek menambahkan, skenario tersebut masih belum bisa diputuskan. Mengingat, dirinya masih menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah mengenai new normal.

"Nah terkait dengan okupansi, memang dengan okupansi 50%, maka ya otomatis KAI kalau mengoperasikan itu akan tetap rugi, sehingga kami akan berkomuniaksi kemungkinan untuk penaikan tarif," jelasnya. (fbn)

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini