241 Waduk hingga 4.227 Embung Disiapkan Antisipasi Kemarau Panjang

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 24 Mei 2020 22:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 24 320 2218815 241-waduk-hingga-4-227-embung-disiapkan-antisipasi-kemarau-panjang-H2SQgro6xd.jpg Bendungan Logung. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengoptimalkan pengoperasian infrastruktur tampungan air di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi dampak kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan pada sumber air untuk pertanian dan air baku.

Di samping itu, untuk menjaga ketersediaan bahan pokok hasil pertanian dan air bersih terlebih disaat merebaknya pandemi Covid–19 di mana pangan dan air sangat diperlukan masyarakat.

Mengutip data Kementerian PUPR, tercatat total jumlah waduk operasional sebanyak 241 waduk yang meliputi 16 waduk utama dengan volume ketersediaan air sebesar 4.721 miliar m3 dengan areal irigasi yang tepat dapat dilayani sebesar 512.515 Ha (96,57%) dari total 530.738 Ha.

Baca Juga: Ini Progres Bendungan Gongseng dan Tukul di Jawa Timur

Dari 16 bendungan atau waduk utama, 10 waduk memiliki tinggi muka air normal, seperti Jatiluhur, Cirata, Saguling, Batutegi, Sutami, Wonorejo, Bili-Bili, Kalola, Way Rarem, dan Ponre-Ponre. Sementara 6 waduk memiliki tinggi muka air di bawah normal meliputi Kedungombo, Wonogiri, Wadas Lintang, Cacaban, Selorejo, dan Batu Bulan.

Selain waduk, Kementerian PUPR juga memantau ketersediaan air dari 4.227 embung dan 344 situ dengan volume tampungan total sebesar 338,8 m3. Di samping itu disiapkan juga 7.914 sumur bor dengan memanfaatkan jaringan irigasi air tanah dan air baku seluas 118.652 Ha dan air tanah untuk air baku sebesar 2.386 m3/detik, 4.098 sumur bor berfungsi normal, sisanya 3.816 sumur bor mengalami gangguan operasional.

Baca Juga: Pembangunan Embung Rawa Sari di Tarakan Rampung, Ini Penampakannya

Dari 4.098 sumur bor yang berfungsi normal tersebut tersebar di 7 Provinsi yakni Provinsi Sumatera 488 Sumur, Provinsi Kalimantan 46 Sumur, Provinsi Sulawesi 701 Sumur, Provinsi Jawa 1.514 Sumur, Provinsi Bali – Nusa Tenggara 1.190 Sumur, Provinsi Maluku 2 Sumur, dan Provinsi Papua 148 Sumur.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perkiraan Awal Musim Kemarau 2020 akan terjadi pada bulan April, Mei (dominan), Juni, dan Juli, dan puncaknya akan terjadi di bulan Agustus hingga September 2020.

Dampak kekeringan (hidrologis) tersebut diprediksi akan terjadi terutama di 10 provinsi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulsel, Bali, NTB, NTT, Maluku dan Papua dengan wilayah terdampak di 90 Kabupaten/Kota. Selain itu untuk pertanian, wilayah yang diprediksi akan terdampak khususnya di 10 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua dengan luas area irigasi terdampak 1.142.168 Ha.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini