Menperin Agus Gumiwang: Silaturahmi Tak Boleh Berhenti karena Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 24 Mei 2020 21:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 24 320 2219062 menperin-agus-gumiwang-silaturahmi-tak-boleh-berhenti-karena-covid-19-FCACRl3cOB.jpg Menperin Agus Gumiwang (Foto: Dok Kemenperin)

JAKARTA - Merayakan Hari Raya Idul Fitri identik dengan mengadakan silaturahmi dengan saudara dan juga kerabat. Namun, sayangnya hal tersebut tidak berlaku di tahun ini.

Seperti diketahui, Ramadhan dan Lebaran tahun ini tiba pada saat dunia masih dihantui oleh Covid-19. Dengan terpaksa, umat Islam meninggalkan kebiasaan tersebut dan memilih untuk berdiam diri di rumah.

 Menperin

Kendati demikian, di era digital ini, selalu ada cara untuk mengatasi hal tersebut. Tak keluar rumah bukan berarti tidak melakukan silaturahmi. Seperti yang dilakukan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita beserta seluruh jajarannya termasuk para ketua asosiasi industri Indonesia, dia memanfaatkan internet guna melaksanakan silaturahmi online.

Menperin Agus Gumiwang mengatakan, diadakannya silaturahmi online tersebut adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia sangat optimis dan tidak menyerah pada keadaan. Manusia tidak mudah bergantung pada apa yang sedang dihadapinya, termasuk Covid-19.

"Video konferensi ini juga merupakan sebuah bukti bahwa kita tidak menyerah. Kita tidak tergantung dari apa yang dihadapi termasuk Covid-19. Kita masih bisa melakukan silaturahmi, halal bi halal," ujarnya dalam kegiatan Virtual Open House Bersama Menteri Perindustrian, Minggu (24/5/2020).

 Baca juga: Menperin Buka-bukaan soal Industri di Tanah Air Imbas Virus Corona

"Ini telah kita buktikan, kegiatan yang tidak mengurangi nilai dan makna khususnya pada hari ini kita merayakan halal bi halal walaupun secara virtual. Ini bukti kita tidak menyerah. Silaturahmi tak boleh berhenti hanya karena Covid-19," sambungnya.

 Baca juga: Keistimewaan Ramadhan dan Lebaran 2020 Menurut Menperin Agus Gumiwang

"Saya mewakili seluruh pejabat dari Kemenperin menyampaikan permohonan maaf yang sebersar-besarnya selama kami melakukan interaksi dengan semua. Kesalahan dan kekhilafan kadang dilakukan secara sengaja dan tidak sengaja. Oleh karena ini mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," pungkas Agus.

(DRM)

1
1
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini