Erick Thohir: BUMN Berkontribusi Sepertiga Perekonomian Nasional

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 20:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 20 2221162 erick-thohir-bumn-berkontribusi-sepertiga-perekonomian-nasional-ekZ0xkFpFb.jpg Kementerian BUMN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap mendukung penerapan new normal. Langkah ini dilakukan untuk mengerakan perekonomian nasional yang sempat melambat akibat covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, perusahaan BUMN memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Jika perusahaan BUMN berhenti beroperasi, maka perekonomian nasional juga akan melambat.

 Baca juga: Dikunjungi Satgas Covid-19 DPR, Erick Thohir Sebut New Normal Harus Siap Teknologi

"Saya rasa begini, sepertiga dari kekuatan ekonomi kan di BUMN, tentu dengan itu BUMNnya harus terus bekerja, bergerak kalau berhenti ya ekonominya berhenti," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Menurut Erick, saat ini saja hampir 90% perusahaan BUMN terdampak virus Corona. Utamanya yang bergerak pada sektor perhubungan, pariwisata hingga jasa pengiriman logistik.

 Baca juga: 100% Perusahaan BUMN Siap Hadapi New Normal

Menurut Erick, hanya segelintir BUMN saja yang untung di tengah pandemi Corona. Salah satu contohnya adalah PT Telkom (Persero) Tbk dan perusahaan BUMN farmasi hingga perbankan plat merah.

"Tetapi kita ketahui 90% BUMN juga terdampak dengan Covid apakah itu di turism, logistik dan lain-lain. Tapi disisi lain seperti Telkom, perbankan ini yang mesti kita jaga," jelasnya.

Oleh karena itu, Mantan Bos Inter Milan ini menilai jika new normal sangat penting untuk kembali menghidupkan perusahaan BUMN. Dirinya berharap dengan hidupnya kembali perusahaan BUMN ekonomi Indonesia di kuartal II hingga IV Bisa tumbuh di kisaran 3-4%.

"Ini menjadi dorongan dan saya yakin kalo kita bekerja keras kita harapkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-III dan IV bisa tumbuh lah di 3 atau 4% bahkan supaya kita lebih baik dari negara lain," jelas Erick.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini