Lockdown di Inggris, Omzet Bisnis Katering WNI Ini Justru Meningkat 100%

Kamis 28 Mei 2020 18:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 320 2221094 lockdown-di-inggris-omzet-bisnis-katering-wni-ini-justru-meningkat-100-mybmde93aW.jpg Memasak (Foto: BBC)

JAKARTA - Jasa katering di Inggris seakan mati seketika saat Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan pemberlakuan lockdown atau karantina wilayah mulai tanggal 23 Maret lalu lantaran penyebaran virus corona di luar kendali.

"Saya benar-benar sedih dan kecewa karena membayangkan semua kegiatan akan dibatalkan. Sebelum lockdown saja semua order sudah dibatalkan. Bagaimana rasanya, pemasukan saya selama ini dari katering," ungkap Ina Nugroho, seorang warga negara Indonesia yang menetap di London, Inggris.

Kekhawatiran perempuan dengan panggilan akrab Teh Ina itu terbukti benar. Warga diperintahkan untuk bekerja dari rumah, kecuali mereka yang bekerja di sektor-sektor esensial. Mereka pun hanya boleh keluar sekali per hari untuk kepentingan olahraga.

 nasi kuning

Seluruh kegiatan perkantoran, bisnis dan acara sosial dihentikan padahal selama ini klien terbesarnya adalah KBRI London. Pembatalan pemesanan datang bertubi-tubi mulai dari pesta pernikahan, syuting film hingga pemesanan rutin.

Namun Ina dengan bendera usaha katering Dapur Teh Ini (DTI) itu menemukan peluang atas dasar kesulitan yang dialaminya.

"Alhamdulillah, sejak ada kebijakan lockdown animo peminat masakan Dapur Teh Ina (DTI) justru semakin meningkat dan rutin setiap minggu," ungkap perempuan yang pertama kali merintis usaha makanan Indonesia di London pada tahun 2005 tersebut.

 Baca juga: Dari Flatnya di London, Yunni Harus Putar Otak Saat Masak Terasi di Tengah Covid-19

Kini omzetnya meningkat 100% jika dibandingkan pemasukan sebelum lockdown. Masakan Padang, siomay, bakwan Malang dan jajanan pasar menjadi menu yang laris.

Melalui media sosial, dia gencar menawarkan masakannya. Pemesanan pembelian diterbitkan setiap minggu dan makanan yang dikemas dengan teknik kemasan vakum lantas dikirim via jasa kurir kepada pelanggan yang tinggal di luar London.

 Baca juga: PKL Sudah Buka Lapak, Kapan Pasar Tanah Abang Dibuka Kembali?

Adapun untuk pemesanan dalam kota, ia biasa berkeliling London seminggu sekali untuk mengantarkan pesanan dengan dibantu suaminya.

Seperti dikutip dari BBC Indonesia, Kamis (28/5/2020), berdasarkan data KBRI London, jumlah WNI yang terdaftar di Inggris mencapai 9.362 orang, sebagian besar berdomisili di ibu kota.

Hanya ada beberapa restoran yang menyajikan masakan Indonesia di London, itu pun campur dengan menu-menu Malaysia.

Untuk diketahui, Teh Ina, juga kerap membuka warung tenda di acara-acara komunitas Indonesia seperti bazaar 17 Agustus, acara kebudayaan dan pertandingan olahraga.

Ina juga mempunyai kontak dengan rumah produksi film Indonesia. Dia mengaku telah melayani katering untuk kru pembuatan film-film, termasuk London Love Story 1 dan 2, bahkan Ayat Ayat Cinta 2.

Bagi sebagian, ketersediaan kuliner Indonesia di tengah karantina wilayah karena virus corona bisa menjadi obat penawar rindu.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini