8 Tahun Rugi, Krakatau Steel Kembali Cetak Laba Rp1,08 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 12:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 278 2221412 8-tahun-rugi-krakatau-steel-kembali-cetak-laba-rp1-08-triliun-CK8giQSnU0.jpg Krakatau Steel Kembali Cetak Laba. (Foto: Okezone.com)

JAKARTAPT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil meraih laba bersih sebesar USD74,1 juta atau setara Rp1,08 triliun (kurs Rp14.685 per USD) pada triwulan I 2020. Capaian laba ini adalah yang pertama dalam 8 tahun terakhir.

Perbaikan kinerja perseroan di triwulan I-2020 terutama disebabkan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 39,8% dan penurunan biaya administrasi dan umum sebesar 41,5%.

Baca Juga: Bos Krakatau Steel Blakblakan Ungkap Dampak Covid-19 pada Industri Baja

Selain itu, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, perseroan juga telah melakukan beberapa langkah perbaikan bisnis yang telah dilakukan sejak tahun 2019 dan hasilnya mulai terlihat di triwulan I-2020 ini. Beberapa upaya yang telah dilakukan Perseroan untuk memperbaiki kinerja antara lain melalui program restrukturisasi dan transformasi.

“Salah satu hasil positif yang dicapai Perseroan adalah penurunan biaya operasi (operating expenses) induk turun 31% menjadi USD46,8 juta dibandingkan periode yang sama di tahun 2019,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Restrukturisasi, Krakatau Steel Bisa Kembali Berjaya?

Kinerja positif Perseroan di triwulan I-2020 ini, tidak lepas dari keberhasilan dalam melakukan efisiensi. Di awal tahun 2020, Perseroan mampu meningkatkan produktivitas karyawan melalui program optimalisasi tenaga kerja. Di bulan Januari 2020, optimalisasi kerja meningkat 43% jika dibanding dengan pada saat tahun berjalan di 2019.

Selain itu, beban penggunaan energi, consumable, utility, biaya tetap, dan suku cadang mengalami penurunan, sehingga total penurunan biaya di Januari 2020 mencapai 28% jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara untuk cash to cash cycle juga mengalami percepatan siklus 40 hari atau sekitar 41% pada Desember 2019 dibanding dengan periode di sepanjang tahun 2018.

“Atas upaya-upaya efisiensi, Krakatau Steel telah berhasil melakukan penghematan biaya sebesar US$130 juta pada triwulan I 2020. Meskipun demikian, kondisi di triwulan II 2020 diperkirakan berbeda karena kondisi pasar baja yang melemah sampai sekitar 50% akibat dari kondisi ekonomi Indonesia yang sedang mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19. Melemahnya perekonomian nasional telah berdampak pada industri baja. Hal ini jika berlanjut terus menerus maka diperkirakan akan berdampak pada kinerja di tahun 2020,” tutur Silmy.

Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, PT Krakatau Steel Tbk secara berturut-turut mencatatkan kerugian sejak tahun 2012. Hingga tahun lalu atau 2019, emiten berkode KRAS tersebut membukukan rugi sebesar USD77,163 juta.

Pada 2012, Krakatau Steel membukukan kerugian sebesar USD19,56 juta, 2013 sebesar USD13,6 juta, kemudian 2014 naik menjadi USD154,185 juta. Puncaknya terjadi 2015 yakni sebesar USD 326,514 juta.

Adapun mulai tahun 2016, KRAS menurunkan kerugian menjadi USD180,724 juta dan 2017 turun kembali menjadi sebesar USD86,09 juta. Sepanjang 2018, Krakatau Steel masih mencatatkan rugi bersih sebesar USD74,82 juta. Di mana rugi ini berhasil ditekan perseroan 8,48% dari sebelumnya kerugian mencapai USD81,74 juta.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini