Baru Untung Setelah 8 Tahun, Krakatau Steel Dihadapkan dengan Dampak Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 12:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 278 2221451 baru-untung-setelah-8-tahun-krakatau-steel-dihadapkan-dengan-dampak-covid-19-NhHi5k6dun.jpg Krakatau Steel Kembali Cetak Laba. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp1,08 triliun pada triwulan I-2020. Namun untuk kuartal selanjutnya, kinerja perseroan dihadapkan dengan dampak parah dari pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, kondisi di triwulan II-2020 diperkirakan berbeda karena kondisi pasar baja yang melemah sampai sekitar 50% akibat ekonomi Indonesia mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ini yang Bikin Krakatau Steel Cetak Laba Setelah 8 Tahun Rugi

“Melemahnya perekonomian nasional telah berdampak pada industri baja. Hal ini jika berlanjut terus menerus maka diperkirakan akan berdampak pada kinerja di tahun 2020,” tutur Silmy, dalam keterangannya, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya, industri baja merupakan “Mother of Industries” yang memiliki multiplier effect yang sangat luas khususnya dalam hal ketersediaan lapangan pekerjaan, pengurangan ketergantungan terhadap impor, dan peningkatan daya saing industri nasional.

Baca Juga: Bos Krakatau Steel Blakblakan Ungkap Dampak Covid-19 pada Industri Baja

Akibat dari dampak Covid-19, besar kemungkinan jika keadaan ini berlarut-larut dan kita tidak melakukan langkah-langkah antisipasi maka industri hilir dan industri pengguna akan menutup lini produksinya karena rendahnya utilisasi. Hal ini sangat berisiko karena karakteristik industri memerlukan waktu untuk melakukan proses start-up produksi dan kondisi tersebut akan menimbulkan celah masuknya produk impor yang dapat menimbulkan defisit neraca perdagangan nasional.

Apabila industri sempat mati, maka akan sulit untuk dihidupkan kembali karena dibutuhkan usaha ekstra dan bisa memakan waktu lama serta biaya lebih besar untuk memulihkannya. Kondisi ini akan lebih parah lagi jika pasar dalam negeri sudah terlanjur diisi oleh produk impor.

“Kita berharap kondisi perekonomian di triwulan III dan triwulan IV akan membaik, sehingga Krakatau Steel dapat kembali meraih keuntungan seperti halnya di triwulan I 2020 dan tahun ini Krakatau Steel dapat membukukan laba seperti yang direncanakan pasca selesainya restrukturisasi Krakatau Steel,” tutup Silmy.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini