Kenaikan Tiket Pesawat hingga Rokok Picu Inflasi 0,07%

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 02 Juni 2020 12:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 02 20 2223187 kenaikan-tiket-pesawat-hingga-rokok-picu-inflasi-0-07-fogIEYUlXw.jpg Inflasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2020 sebesar 0,07%. Sementara pada periode Januari hingga Mei, inflasi tercatat sebesar 0,90%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Sumbangan terbesar berasal dari oleh sektor transportasi yang memberi sumbangan kepada inflasi sebesar 0,87%. Inflasi transportasi tetap terjadi meskipun pemerintah melarang adanya mudik Lebaran.

Baca juga: BI Prediksi Inflasi Bulan Ramadhan 2020 Sangat Rendah di 0,09%

"Transportasi, mengalami inflasi paling tinggi yaitu 0,87% dan sumbangannya paling besar 0,10%. Komoditas yang memberikan inflasi ini adalah tarif angkutan udara. Di mana sudah diimbau tak mudik masih ada penumpang yang melakukan perjalanan," ujar dia pada telekonferensi Selasa (2/6/2020).

Dia menjelaskan kenaikan tarif angkutan udara, terjadi di 39 kota di Indonesia. Dari 39 kota itu, Gunung Sitoli di Sumatera Utara mengalami kenaikan harga tiker pesawat paling tinggi yang mencapai 35% dari harga normal.

Baca juga: Inflasi April 0,08%, Gubernur BI: Permintaan Melemah

"Kenaikan tarif angkutan udara terjadi di 39 kota misalnya tertinggi terjadi di Gunung Sitoli sebesar 35%. Dan apabila kita lihat tarif angkutan udara itu memberikan andil kepada inflasi 0,08% tipis dan tarif kereta api yang memberikan andil sebesar 0,02%," ungkap dia.

BPS juga mencatat beberapa komoditas makanan mengalami kenaikan harga selama Ramadan 2020. Tidak hanya makanan, ada juga kenaikan harga pada sektor tembakau yaitu rokok filter.

Menurutnya pada bulan Mei juga masih ada beberapa komoditas yang masih mengalami peningkatan harga sehingga memberikan sumbangan inflasi di antaranya bawang merah harganya masih naik yang memberikan sumbangan kepada inflasi 0,06%.

"Lalu daging ayam ras karena kebutuhan Idul fitri itu memberikan andil inflasi 0,03%. Kemudian juga daging sapi dan rokok filter memberikan inflasi masing-masing 0,01%," jelas dia.

Dia menambahkan, secara umum untuk makanan dan minuman serta tembakau itu mengalami deflasi 0,32%. Pada Mei 2020 ini banyak sekali komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menyebabkan deflasi.

"Misalnya cabai merah, sumbangannya kepada deflasi adalah 0,07% mengalami pengurangan harga. Kemudian telur ayam ras sumbangannya 0,06%, bawang putih karena mengalami pengurangan harga memberikan deflasi 0,05%. Dan cabai rawit memberikan andil deflasi 0,03%. Sedangkan bawang bombai dan gula pasir masing-masing 0,1%," ungkap dia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini