Share

Menko Luhut: Utang untuk Penanganan Covid-19 RI Lebih Rendah dari Singapura

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 02 Juni 2020 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 20 2223501 menko-luhut-utang-untuk-penanganan-covid-19-ri-lebih-rendah-dari-singapura-FZ9TyFKpIh.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)

JAKARTA - Utang penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 Indonesia masih paling rendah dibandingkan dengan negara-negara di dunia. Namun, ia mengakui penarikan utang membuat gap terhadap GDP membengkak hingga 6,2%.

"Jadi, apabila kita bicara utang. Utang kita sudah dihitung jadi banyak kemarin, memang ini jadi 6,2% gap to GDP kita. Dan kita termasuk paling rendah dibadingkan dengan negara lain," ujar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam diskusi online di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

 Baca juga: Pemerintah Berencana Tarik Utang Lagi Rp990,1 triliun, Untuk Apa Saja?

Kemudian lanjut dia, dirinya membandingkan Indonesia dengan Singapura. Di mana Singapura mengalami pelebaran defisit hingga 100%.

Bahkan Amerika Serikat dan Jepang yang harus menarik utang besar guna menjaga agar rakyat dan perekonomian tidak terpengaruh besar oleh penyebaran pandemi Covid-19.

 Baca juga: Turun Rp20,08 Triliun, Utang Pemerintah Jadi Rp5.172 Triliun

"Kita ketahui Singapura itu 100% terhadap GDP nya. Lalu ada Amerika Serikat itu kita tidak tahu berapa lagi, memang besar. Kemudian Jepang tidak kita tahu lagi," ungkap dia.

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini sangat berhati-hati dalam melakukan penarikan utang. Pihaknya juga memastikan utang dialokasikan untuk hal produktif.

"Maka itu apabila ada yang merasa ini silahkan diskusi. Saya tentara, saya juga mengerti, saya banyak belajar dari anak anak muda. Jadi jangan dibodohin rakyat kita, utang besar. Tapi kita utang produktif," tandas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini