Tumbuh Melambat, Uang Beredar di Masyarakat Rp6.238 Triliun pada April 2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 20 2223784 tumbuh-melambat-uang-beredar-di-masyarakat-rp6-238-triliun-pada-april-2020-h72XgcLzq7.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada April 2020.

Posisi M2 April 2020 tercatat Rp6.238,3 triliun atau tumbuh 8,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,1% (yoy). Demikian seperti dilansir keterangan resmi BI, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Baca Juga: Dana Kelolaan Haji Rp135 Triliun, Diinvestasikan di Mana Saja?

Perlambatan pertumbuhan M2 tersebut disebabkan oleh perlambatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham.

M1 tumbuh melambat dari 15,4% (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,4% (yoy) pada April 2020 disebabkan oleh perlambatan giro rupiah. Selain itu, uang kuasi pada April 2020 tumbuh melambat, dari 10,8% (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,5% (yoy). Perlambatan juga terjadi pada surat berharga selain saham, dari 44,6% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 20,6% (yoy) pada April 2020.

Baca Juga: Haji 2020 Batal, Dananya Dipakai untuk Perkuat Rupiah?

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada April 2020 disebabkan oleh kontraksi operasi keuangan pemerintah dan perlambatan penyaluran kredit. Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat melambat, dari 14,5% (yoy) pada Maret 2020 menjadi 1,7% (yoy).

Penyaluran kredit juga mengalami perlambatan pada April 2020, dari 7,2% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 4,9% (yoy). Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada April 2020 tumbuh sebesar 15,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 13,9% (yoy), sehingga menahan perlambatan uang beredar.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini