Defisit APBN Rp1.039 Triliun, Pendapatan Negara Diprediksi Turun Jadi Rp1.699 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 15:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 20 2223938 defisit-apbn-rp1-039-triliun-pendapatan-negara-diprediksi-turun-jadi-rp1-699-triliun-6GOKTjOL36.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah memastikan akan kembali meningkatkan anggaran belanja untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari Rp641,17 triliun menjadi Rp677,2 triliun. Kenaikan anggaran ini akan mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan anggaran PEN ini ikut mengerek peningkatan defisit APBN 2020 menjadi Rp1.039 triliun atau 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini diatas dari Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54 tahun 2020 yang hanya sebesar Rp852,9 triliun atau 5,07%.

Baca Juga: Sri Mulyani Berharap Ekonomi RI Tidak Menurun Tajam

Bahkan menurut Sri Mulyani, angka tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi pada PEN lalu. Sebab, pada rancangan program PEN, defisit APBN diperkirakan hanya sekitar 6,27% dari PDB atau sekitar Rp 1.028,5 triliun saja.

"Dengan pemulihan ekonomi dan penanganan covid tahun ini, maka APBN 2020 mengalami perubahan postur," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (3/6/2020).

Baca Juga: Defisit APBN 2020 Bengkak ke 6,34%, Ini Penjelasan Menkeu

Menurut Sri Mulyani, nantinya pendapatan negara akan mengalami koreksi dari Rp1.760,9 triliun menjadi Rp1.699,1 triliun. Dari angka tersebut, penerimaan perpajakan mengalami tekanan menjadi Rp1.404,5 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp1.462,62 triliun.

Sedangkan belanja negara untuk menampung berbagai progarm pemulihan dan penanganan covid akan meningkat dari sebesar Rp2.613,8 triliun akan direvisi menjadi Rp2.738,4 triliun. Angka ini terjadi kenaikan belanja Rp124,5 triliun.

"Yang mencakup berbagai belanja untuk mendukung pemulihan ekonomi dan penangan covid termasuk daerah dan sektoral," ucapnya.

Sri Mulyani menambahkan, kenaikan defisit ini akan dijaga oleh pemerintah secara hati-hati. Khususnya dari sisi pembiayaan yang mana akan mengambil dari pembiayaan yang memiliki risiko paling rendah

"Kenaikan defisit ini akan kita jaga secara hati-hati seperti instruksi bapak Presiden dari sisi sustainabilitas dan pembiayaan. Kami akan menggunakan berbagai sumber pendanaan yang punya risiko paling kecil dan dengan biaya yang paling kompetitif atau paling rendah," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini