Kepercayaan Membaik, BI Klaim Semakin Sedikit Beli SBN di Pasar Perdana

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 15:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 05 20 2225120 kepercayaan-membaik-bi-klaim-semakin-sedikit-beli-sbn-di-pasar-perdana-yTQTTOQNWH.jpg BI Beli SBSN. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat dari 6 kali lelang Surat Berharga Negara (SBN), BI menurunkan porsi pembeliannya. Hal ini pun menunjukkan kepercayaan investor terhadap SBN kembali meningkat.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kapasitas pasar untuk membeli SBN dari pasar perdana semakin besar. Terlihatsejak 6 kali lelang terakhir, di mana jumlah yang dibeli BI untuk kebutuhan pembiayaan APBN semakin menurun.

Baca Juga: Menkeu Harap Keuangan Syariah RI Diakui Dunia Internasional

Pada lelang SBSN 21,22 Mei 2020, BI membeli Rp4,65 triliun, kemudian pada 5-8 Mei, BI membeli Rp7,3 triliun dan Lelang SBSN 18 Mei, BI membeli Rp1,1 triliun.

"Itu pembelian BI semakin lama semakin rendah. Lelang 18 Mei, BI beli turun Rp1,17 triliun. Itu semakin kuatnya confindent pasar untuk membeli SBN semakin besar," tuturnya, dalam telekonferensi, Jumat (5/6/2020).

Baca Juga: Jika Harga SBN Jatuh, Ini yang Akan Terjadi

Begitu juga pada lelang SUN konvensional di 29 April, BI membeli Rp9,07 triliun, kemudian 12 Mei, BI membeli SUN sebesar Rp11,7 triliun. Pada minggu ini, BI membeli Rp2,09 triliun.

"Jadi kelihatan angkanya turun," ujarnya.

Menurut Perry, minat investor terhadap SUN juga terlihat meningkat. Data dari Kementerian Keuangan, yang bit masuk sebanyak 5,2 kali dari target yang diingikan RP104 triliun dan dimenangkan Rp24,3 triliun.

"Dari Rp24,3 triliun itu, di mana di antaranya Rp2,09 triliun itu dimenangkan untuk BI.

Arinya confident pasar semakin baik, IHSG juga semakin baik. Yield SBN sekarang turun 7,06%, aliran modal asing terus masuk dan kapaitas pasar beli SBN dalam rangka APBN semakin kuat," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ( Perppu) No 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Bank Indonesia diizinkan membiayai defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Surat Utang Negara (SUN).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini