Gandeng Taiwan, Pertamina Rombak Proyek Kilang Balongan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 320 2225005 gandeng-taiwan-pertamina-rombak-proyek-kilang-balikpapan-EV86rDYar5.jpg Kilang (Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina akan melakukan penandatangan Head of Agreement dengan perusahaan asal Taiwan yakni China Petroleum Corporation (CPC). Tanda tangan kerjasama ini dalam rangka kerjasama untuk proyek Kilang Petrokimia di Balongan, Jawa Barat.

Penandatangan ini sebagai tindak lanjut dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balongan, Jawa Barat. Di mana, Pertamina akan membangun pengembangan komplek kilang terintegrasi Petrokimia di Balongan, Jawa Barat.

 Baca juga: New Normal, Pertamina Siapkan 3 Fase Pengembangan Kilang Balongan

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembangi mengatakan rencananya penandatanganan akan dilakukan pda pukul 14.00 WIB. Dalam penandatanganan tersebut, akan disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Kepala BKPM.

"Per hari ini ada tanda tangan kerjasama HoA antara Pertamina dan CPC untuk yang di petrokemianya. Itu akan dihadiri kepala BKPM dan Menteri BUMN atau Wamen I. Nanti sore jam 2," ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (5/6/2020).

 Baca juga: Fasilitas Penunjang Kilang Balongan Mulai Dibangun

Pria yang kerap disapa Lette ini menjelaskan, penggarapan proyek RDMP Kilang Balongan akan digarap melalui tiga fase. Fase pertama adalah dengan menaikan kapasitas produksinya

Asal tahu saja, saat ini kilang Balongan saat ini sudah menerapkan dual feed competition. Sehingga pembangunannya akan lebih cepat dari yang ditetapkan.

Kemudian fase kedua adalah mulai produksi pada 2022 mendatang. Sebelumnya disebutkan jika Studi kelayakan RDMP Balongan tahap I sudah dilakukan dan dilanjutkan dengan penetapan dan pengadaan lahan, sedangkan tahap II, saat ini sedang dilakukan studi kelayakan juga.

"Ada tiga fase. Tahap pertama, kita naikan feed stoknya. Jadi makanya di balongan kita naikan kapasitasnya," ucapnya.

 Baca juga: Pertamina: Investasi Proyek ROPP Balongan USD380 Juta

Sedangkan untuk fase ketiga adalah akan membangun pengembangan komplek kilang terintegrasi Petrokimia di Balongan, Jawa Barat. Dalam penggarapan proyek ini, Pertamina menggandeng dua perusahaan energi asal asing yakni China Petroleum Corporation (CPC) dan perusahaan minyak asal Abu Dhabi ADNOC.

"Kita akan bangun bersama CPC dan ADNOC untuk membangun crude to chemicel. Itu yang gabung sama petrokemikel. Itu kita berpartner sama mereka," jelasnya.

Sebelumnya, Pertamina sudah melakukan tanda tangan Head of Agreement (HoA) dengan ADNOC. Rencananya pada hari ini, Pertamina akan melakukan penandatanganan HoA dengan CPC yang akan disaksikan langsung oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Balongan fase tiga akan selesai pada 2026," kata Lette.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini