Jangan Kaget Listrik Mahal, Begini Ilustrasi Hitung-hitungan PLN soal Perlindungan Tagihan

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 06 Juni 2020 10:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 06 320 2225418 jangan-kaget-listrik-mahal-begini-ilustrasi-hitung-hitungan-pln-soal-perlindungan-tagihan-WOKUfClHki.jpg Listrik KWh (Shutterstock)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membuat skema untuk antisipasi lonjakan tagihan listrik. Apalagi, banyak warganet yang mengeluhkan akan tagihan listrik yang melonjak cukup tinggi.

Work from Home (WFH) selama pandemi Covid-19 berimbas pada peningkatan konsumsi listrik. Sehingga tagihan pelangan selama pandemi mengalami tren kenaikan.

 Baca juga: Bikin Kaget, Tagihan Listrik Rumah Kosong Cuma 1 Lampu Rp750 Ribu

"PLN memahami kesulitan konsumen dan memberikan pelindungan tagihan listrik pada bulan Juni untuk meringankan beban kenaikan tagihan dengan sebuah skema," kutip video di akun Instagram PLN, Jakarta, Rabu (6/6/2020).

Pihak PLN menjelaskan jika bulan Mei dihitung dengan rata-rata 3 bulan terakhir dan listrik bulan Juni meningkat minimal 20% konsumen berhak mendapatkan perlindungan lonjakan.

 Baca juga: Soal Tagihan Listrik Melonjak, Ini Penjelasan PLN

"Pelanggan dengan hanya membayar tagihan bulan lalu ditambah 40% kenaikan bulan ini. Sisanya 60% dibayar 3 bulan selanjutnya," kutip video di akun Instagram PLN.

PLN pun memberikan ilustrasi pelanggan, sebut saja pelanggannya bernama Budi. Tagihan listrik Pak Budi pada April 2020 sebesar Rp900.000 serta Mei Rp1.000.000 yang dihitung rata-rata 3 bulan sebelumnya.

Bulan Juni melonjak menjadi sebesar Rp1.500.000 naik sebesar 50% yang disebabkan WFH. Karena lonjakan listrik naik 50%, maka Budi dapat mengajukan perlindungan lonjakan dari PLN.

 Baca juga: Ini Bahaya Ingin Peroleh Tarif Listrik Murah dengan Utak-atik Kwh Meter

"Pak Budi cukup membayarkan tagihan utama berdasarkan tagihan bulan Mei di tambah 40% dari lonjakan bulan Juni yaitu Rp500.000 menjadi Rp200.000," kutip video tersebut.

Berarti pada bulan Juni, Budi cukup membayar Rp1.000.000 plus Rp200.000 menjadi Rp1,2 juta. Sisa tagihan lonjakan sebesar Rp300.000 akan dibebankan pada 3 bulan ke depan.

"Artinya pada bulan Juli ditambah Rp100.000, Agustus ditambah Rp100.000 dan September ditambah Rp100.000," kutip video di akun Instagram PLN.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini