Gaji Pekerja di Bawah UMR Tak Wajib Ikut Tapera

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 19:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 08 470 2226469 gaji-pekerja-di-bawah-umr-tak-wajib-ikut-tapera-Jmfxe5HeRW.jpg Pemerintah Terbitkan PP Tabungan Perumahan Rakyat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah akan memulai program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mulai tahun depan. Sebagai permulaan, Aparatur Sipil Negeri (ASN) sebagai peserta disusul pegawai Kementerian BUMN dan swasta.

Deputi Komisioner bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Ariev Baginda Siregar mengatakan, tidak semua masyarakat diwajibkan untuk ikut iuran. Sebab program ini dikhususkan untuk masyarakat yang penghasilan setara dengan Upah Minimum Regional (UMR).

Baca Juga: Hitung-hitungan Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera, Beratkah?

Sementara bagi masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah UMR tidak akan diwajibkan untuk mengikuti iuran. Namun bukan berarti pekerja dengan gaji di bawah UMR ini tidak bisa ikut iuran.

"Peserta metodeloginya khusus UMR dan peserta di bawah itu tidak wajib ikut," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (8/6/2020).

Sebab pemerintah membuka peluang bagi pekerja baik dengan penghasilan UMR maupun di bawah UMR. Namun untuk pekerja di bawah UMR ini bersifat sukarela.

Baca Juga: Iuran Peserta Tapera Diinvestasikan di Saham, Aman?

Sebagai salah satu contohnya, bagi pekerja DKI Jakarta yang memiliki gaji sekitar Rp3.700.000 per bulan. Nantinya bisa tetap ikut karena penghasilannya masih dianggap mampu oleh individu itu sendiri.

"Misalnya penghasilannya Rp3,7 juta itu kan enggak jauh dari UMR ya itu bisa saja," ucapnya

Bagi ASN, BUMN maupun swasta, nantinya pekerja akan ditarik iuran sebesar 3%. Adapun skemanya 0,5% akan ditanggung pemberi kerja, dan 2,5% ditanggung pekerja.

Yang berbeda adalah pada pekerja mandiri atau informal. Menurut Ariev, bagi pekerja mandiri iuran yang harus dibayarkan sendiri sebesar 3%.

Sebagai salah satu contohnya adalah youtuber atau artis yang wajib mengiur 3% secara penuh. Termasuk juga tukang bakso yang bisa ikut program ini dengan mengiur sebesar 3%.

"Pekerja mandiri 3% itu bayar sendiri. Karena pemberi kerjanya kan mereka sendiri. Contoh tukang bakso yang mau ikut deh untuk dapat rumah yang terjangkau," ucapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini