Share

Menko Luhut: Saya Senang Adu Argumen Bukan Debat Kusir, Apalagi Pakai Promotor seperti Ajang Tinju

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 320 2228762 menko-luhut-saya-senang-adu-argumen-bukan-debat-kusir-apalagi-pakai-promotor-seperti-ajang-tinju-IX1EaWimvL.jpg Menko Luhut (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mempunyai prinsip untuk menyelesaikan setiap permasalahan secara holistik. Untuk itu, Luhut mengundang Dr Djamester Simarmata ke kantornya untuk berdiskusi tentang tantangan perekonomian Indonesia.

Pertemuan ini membahas banyak hal, salah satunya soal utang. "Kita harus punya pemahaman yang utuh dan cara pandang yang luas dalam menyelesaikan setiap masalah. Dan salah satu cara untuk memperoleh pemahaman yang luas adalah dengan berdiskusi," tulis Luhut dalam akun Instagram resminya, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Baca Juga: Debat dengan Dosen Senior UI soal Utang, Luhut: Analisis yang Cukup Hebat 

Menurut Luhut, jika ada perdebatan di dalam teori itu hal yang lumrah. Dirinya senang sekali bisa berdiskusi dan beradu argumentasi secara ilmiah seperti ini.

"Bukan debat kusir yang tidak jelas titik temunya dimana. Apalagi sampai harus menyiapkan promotor seperti ajang tinju saja. Saya sampaikan kepada beliau agar tidak hanya sekali saja datang kesini. Saya tekankan kepada beliau bahwa kami semua benar-benar bekerja dengan hati, demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Sementara Pak Djamester bekerja untuk terus menyuarakan dan memberikan saran dan masukan kepada kami semua di Pemerintahan," kata Luhut.

Baca Juga: Menko Luhut Yakin RI Terhindar dari Jebakan Utang China di Jalur Sutra Modern 

Djamester Simarmata adalah orang hebat yang mendedikasikan seumur hidupnya pada dunia pendidikan. "Usia kami bisa dibilang sudah sama-sama senior, namun jalan yang kami pilih sedikit berbeda. Saya mendedikasikan separuh hidup saya di militer, dan beliau memilih jalan akademis sebagai tonggak pengabdian untuk ibu pertiwi. Pak Djamester memberikan analisis yang cukup hebat tentang utang Indonesia," ujarnya.

Di akhir pertemuan, Djamester juga menyampaikan apresiasinya atas diskusi ini karena cara seperti ini belum pernah ada sebelumnya dan ini sangat baik.

Djamester juga memuji tim ahli bidang ekonomi saya yang sebagian besar adalah anak-anak muda yang selalu terbuka untuk mendengar dan menerima masukan dari semua pihak, apalagi yang datang dari sosok ekonom senior berintegritas seperti beliau.

"Saya berharap kita bisa melanjutkan dan terbiasa melakukan kebiasaan baik ini, berdiskusi, berdialektika, bermuntuk mencapai mufakat. Sesuai nilai-nilai dasar negara kita, Pancasila dan UUD'45. Tidak yang menang atau kalah dalam diskusi dan adu argumentasi hari ini. Tetapi kami sepakat pada satu hal, semua boleh berbicara dan mengkritik Pemerintah asalkan menggunakan data yang dapat diuji bersama-sama," kata Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini