Share

Tak Sanggup Bayar Listrik, PLN Bolehkan Pelanggan Cicil Tagihan

Giri Hartomo, Okezone · Senin 15 Juni 2020 07:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 14 320 2229948 tak-sanggup-bayar-listrik-pln-bolehkan-pelanggan-cicil-tagihan-nvpcjcwFgY.jpg Listrik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tagihan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama masa pandemi covid-19 menjadi sorotan. Namun PLN dan Kementerian BUMN pun menegaskan bahwa tidak ada kenaikan listrik.

Karena banyaknya komplain, akhirnya PLN mengeluarkan kebijakan soal meringankan beban masyarakat yang mengalami lonjakan tagihan listriknya saat work from home (WFH). Salah satunya adalah tagihan listrik boleh dicicil.

 Baca Juga: Heboh Tagihan Membengkak, Akhirnya PLN Buka-bukaan soal Tarif Listrik 

Berikut adala fakta-fakta terkait tagihan listrik yang bisa dicicil:

1. Dicicil selama 3 bulan

Menurut Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono, masyarakat yang mengalami lonjakan tagihan listrik itu bisa dicicil.

"Jadi kami mempunyai perhitungannya. Diprediksi 60% dari kenaikan dicicil selama 3 bulan mulai bulan depan. Sedangkan 40% dari kenaikan dibayarkan pada Juni ini," ujar dia pada diskusi online, Senin (8/6/2020).

 Baca Juga: PLN Sebut Ramadhan dan WFH jadi Penyebab Lonjakan Tagihan Listrik 

2. Diharapkan bisa meringankan

Pihaknya juga memahami kondisi para pelanggan dengan angsuran tersebut bisa meringankan. PLN juga memberikan sebuah simulasi. Contohnya tagihan listrik yang biasa dibayar pelanggan yakni Rp1 juta.

"Karena perhitungan rata-rata, yang dibayarkan pelanggan tetap Rp1 juta. Padahal adanya WFH yang harusnya dibayarkan yakni Rp 1,6 juta. Maka, kelebihan sebanyak Rp 600 ribu inilah yang bisa dicicil. Sebanyak 40% dibayar di bulan Juni," ungkap dia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

3. 4,3 Juta Pelanggan Alami Lonjakan Tagihan

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat ada 4,3 juta pelanggan yang terdata mengalami lonjakan tagihan listrik. Di mana, melonjak hingga di atas 20% dari tagihan bulan sebelumnya.

4. Penyebab Lonjakan Listrik

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan yang dijabat oleh Bob Saril mengatakan, mengatakan, kenaikan tersebut terjadi pada tagihan bulan Juni pemakaian Mei 2020. Di mana, pada bulan Mei adalah Ramadhan.

"Kita kan melakukan ibadah puasa, kalau puasa itu kecenderungan yang kita catat itu selalu kenaikan untuk rumah tangga itu besar sekali," ujarnya.

Ditambah lagi, lanjutnya, ada Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat masyarakat melakukan aktivitas dari rumah. "Karena aktivitas yang normal saja sudah mengalami kenaikan tetapi ditambah lagi aktivitas di dalam rumah atau WFH," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini