Pelonggaran PSBB Baru Terasa ke Perekonomian pada Kuartal III-2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 320 2232260 pelonggaran-psbb-baru-terasa-ke-perekonomian-pada-kuartal-iii-2020-mqyehMUqLA.JPG Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Dok BI)

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa ekonomi Indonesia kuartal II-2020 akan tetap menurun. Pasalnya, dampak pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan terlihat pada kuartal III-2020.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan menurun pada kuartal II-2020. Meskipun, perkembangan tekini menunjukan tekanan penurunan kegiatan ekonomi mulai berkurang.

 Baca juga: Cukai Naik tapi Harga Rokok Masih Murah di Pasaran, Kok Bisa?

"BI memperkirakan proses pemulihan ekonomi mulai meningkat pada kuartal III-2020," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Dirinya mengatakan, peningkatan tersebut sejalan dengan relaksasi PSBB di pertengahan Juni 2020. Serta, stimulus yang sudah ditempuh dari sisi fiskal dan moneter maupun program-program ekonomi nasional.

 Baca juga: Insentif Jadi Penyemangat, Ekonomi Jakarta Setidaknya Tak Turun Drastis

Selain itu, lanjutnya, ekspor menurun sejalan dengan kontraksi ekspor global. Sementara itu, konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dengan dampak PSBB yang mengurangi berbagai aktivitas ekonomi

"Perkembangan pada Mei mengindikasikan tekanan terhadap perekonomian domestik mulai berkurang. Kontraksi ekspor terlihat tidak sedalam prakiraan sebelumnya sejalan dengan peningkatan permintaan dari china," ujarnya.

Beberapa indikator lainnya seperti permintaan domestik mengindikasikan perekonomian berada di level terendah dan mulai memasuki tahapan pemulihan. "Seperti tercermin dari penjualan semen, ritel, PME, dan ekspektasi konsumen yang lebih baik dari capaian bulan sebelumnya," ujarnya.

(rzy.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini