Dirut PLN: Kami Sungguh Bersimpati Pelanggan Alami Lonjakan Tagihan Listrik

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 320 2234444 dirut-pln-kami-sungguh-bersimpati-pelanggan-alami-lonjakan-tagihan-listrik-PFOnxFNl7Z.jpg Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulikfli Zaini buka suara terkait membengkaknya tagihan listrik sejumlah pelanggan. Mengingat tagihan pelanggan ini membengkak hingga berkali-kali lipat.

Ditambah lagi, isu kenaikan tagihan listrik ini juga sudah viral di media sosial. Menurut Zulkifli dirinya mengaku bersimpati dengan naiknya tagihan listrik pada pelanggan.

Baca juga: Didatangi Petugas Tapi Juga Kirim Foto Meteran, Mana yang Dipakai untuk Tagihan Listrik?

"Khusus untuk PLN kami ingin menyampaikan kami sungguh bersimpati pada semua pelanggan kami saat ini yang mengalami kenaikan tagihan listrik," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR-RI, Senin (22/6/2020).

Menurut Zulkifli, perseroan pun sudah menyampaikan berbagai macam solusi kepada Kementerian hingga masyarakat. Misalnya adalah dengan keringanan pembayaran cicilan yang bisa dilakukan oleh pelanggan.

Baca juga: Hitung-hitungan PLN soal Membengkaknya Tagihan Listrik

Jika pada bulan Juni terjadi kenaikan tagihan lebih dari 20% akibat penagihan bulan sebelumnya menggunakan rata-rata 3 bulan terakhir, pelanggan berhak menerima perlindungan lonjakan dengan hanya membayar tagihan bulan Juni ditambah 40% dari selisih tagihan bulan sebelumnya saat menggunakan rata-rata pemakaian 3 bulan. Kemudian 60% sisanya dibayar 3 bulan selanjutnya dengan besaran 20% setiap bulan.

Sementara bagi pelanggan yang ingin menyampaikan pengaduan terkait tagihan listrik, PLN mengimbau pelanggan dapat menghubungi Contact Center PLN 123 yang siap melayani 24 jam atau dengan mengunjungi kantor layanan pelanggan PLN terdekat.

"Kami tidak hanya menjelaskan. Kami sudah menyiapkan solusi terkait kenaikan tagihan. Itu dengan misalnya memberikan kesempatan untuk mencicil yang terkait dengan kenaikan tagihan," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik dalam perhitungan tagihan rekening listrik bulan Juni 2020.

Kenaikan tagihan listrik lebih disebabkan oleh adanya peningkatan penggunaan listrik pada saat adanya pandemi virus corona atau Covid-19.

Di mana pada saat itu diberlakukan PSBB, ditambah dengan bertepatan bulan puasa di mana secara statistik terjadi kecenderungan kenaikan pemakaian oleh pelanggan. Perhitungan tagihan listrik terdiri dari dua komponen utama, yaitu pemakaian yang dikalikan dengan tarif listrik. Sejak tahun 2017 tarif listrik tidak mengalami kenaikan.

Baca juga: Akhir Juni, Petugas PLN Akan Catat Meteran Listrik ke Rumah Pelanggan

PLN juga memastikan tidak melakukan subsidi silang dalam pemberian stimulus Covid-19 kepada pelanggan 450 volt ampere (va) dan 900 va bersubsidi, karena stimulus diberikan oleh Pemerintah.

Seperti diketahui, PSBB yang diberlakukan dalam rangka menekan pandemi covid-19 menyebabkan PLN tidak melakukan pencatatan meter, sehingga tagihan bulan April menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya.

Kemudian, pada bulan April baru 47% petugas PLN melakukan pencatatan meter untuk tagihan bulan Mei akibat kebijakan PSBB masih diberlakukan di beberapa daerah. Sementara pada bulan Mei hampir 100% dari pelanggan didatangi petugas untuk catat meter untuk rekening bulan Juni. Sehingga tagihan rekening bulan Juni merupakan tagihan riil ditambah dengan selisih pemakaian bulan sebelumnya, yang dicatat menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya.

“Penggunaan rata-rata tiga bulan, tidak lain adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Penggunaan rata-rata tiga bulan ini juga menjadi standar pencatatan di seluruh dunia ketika petugas tidak dapat melakukan pencatatan meter,” kata Bob.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini