Dapat Dana Talangan Rp3 Triliun, Bos Krakatau Steel: Agar Industri Hilir Baja Tak Mati

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 23 Juni 2020 13:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 23 278 2234891 dapat-dana-talangan-rp3-triliun-bos-krakatau-steel-agar-industri-hilir-baja-tak-mati-8cM7cJRFzG.jpg Uang Rupiah. Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah memberikan insentif berupa dana talangan kepada sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang mendapatkan dana talangan sebesar Rp3 triliun.

Direktur Utama PT Kratau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim mengatakan, dana talangan ini merupakan upaya pemerintah dalam menjaga industri. Misalnya saja industri hilir baja yang memang tengah kesulitan akibat adanya covid-19.

Baca juga: Dirut Krakatau Steel Lepas 5,4 Juta Saham, Ini Alasannya

"Sebenarnya kalau bicara dana talangan itu upaya pemerintah untuk menjaga industri nasional. Ini adalah KS dalam upaya menjaga industri hilir baja dan industri pengguna baja," ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Selasa (23/6/2020).

Menurut Silmy, industri baja ini kesulitan kembali untuk memulai aktivitasnya. Sebab, keuangan perusahaan mulai terganggu akibat tidak beroperasinya pabrik kurang lebih selama tiga bulan.

Baca juga: Arahan Presiden, Pipa Minyak Blok Rokan Diganti Made in Krakatau Steel

Sedangkan Krakatau Steel tidak bisa memberikan barang kepada para pelaku industri di hilir ini. Sebab untuk mengambil produk kepada kepada Krakatau Steel, perusahaan harus memiliki Letter of Credit (LC) dari perbankan.

"Mereka kan lagi kesulitan cashflow. Dari sisi KS kalau tidak terbitkan LC kita tidak bisa kasih barang. Kita sangat ketat," jelasnya.

Sedangkan menurut Silmy, perusahaan ini sudah tidak bisa lagi membuka fasilitas LC kepada Perbankan. Mengingat, sudah hampir tiga bulan tidak ada pemasukan karena berhenti beroperasinya pabrik-pabrik.

"Kalau menggunakan dana KS beban sangat tinggi, ga mungkin bank mensuport lagi. Khawatirnya industri tidak bisa bergerak karena kapasitas perbankannya habis. Tiga bulan turun karena harus bayar listrik, karyawan. Dia mau beli kata KS buka LC dong sementara dia sudah enggak bisa LC," jelasnya.

Oleh sebab itu, dana talangan ini adalah agar KS bisa membantu industri hilir ini untuk bisa kembali bergerliat. Sebab, jika sampai industri baja hilir ini mati, maka Krakatau Steel akan dihantam oleh produk-produk baja impor.

"Kalau dia mati produk impor masuk, kalau produk impor masuk mereka pengangguran ini inisiatif BUMN yang tadinya kita minta LC ketat kita bisa tukar giro supaya cashflow di industri hilir ini jalan. KS kan ada di industri hulu, sampai baja, baja ini kan masih bahan baku. yang lembaran yang jadi mobil macam macam itu. Itu yang harus kita jaga jangan sampai mati," kata Silmy.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini