Kreatif! Pelaku Usaha Ini Bikin Usaha Tempat Cuci Tangan Sistem Injak

Rabu 24 Juni 2020 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235694 kreatif-pelaku-usaha-ini-bikin-usaha-tempat-cuci-tangan-sistem-injak-T0XN4rAcdH.jpg Tempat Cuci Tangan. Foto: Instagram

JAKARTA – Mayoritas sektor usaha mengalami tekanan selama pandemi covid-19. Pelaku usaha harus putar otak mencari ide kreatif sekaligus jeli menangkap peluang agar tetap bertahan ditengah iklim usaha yang serba tidak pasti ini.

Ide kreatif itu pula yang dilakukan oleh Nova Suparmanto pemilik usaha Rumahku Indah (RI) di Dusun Jeblog Desa Tirtonirmolon Kecamatan Kasihan Bantul. Pemuda ini membuat produk tempat cuci tangan sistem injak.

Baca Juga: Manfaatkan Investasi Amazon, UMKM Harus Naik Kelas dan Go Digital

“Sebelumnya usaha fokus dibidang produk seni dan budaya, seperti canting. Tetapi Covid-19 mengubah semuanya, tetapi ditengah kondisi sulit itu saya punya ide menciptakan produk tempat cuci tangan sistem injak,” ujar Nova dilansir dari KRJogja, Rabu (23/06/2020).

Nova mengatakan, ketika pandemi Covid-19 memang berdampak sangat luas. Hampir semua jenis usaha merasakan dampaknya. Oleh karena itu, sejak awal April lalu terus memutar otak bagaimana bisa bertahan di tengah pandemi.

“Setelah produk seni dan budaya tidak mampu bertahan dihantam Covid-19, saya terus berusaha memikirkan untuk mencetak produk baru sesuai kebutuhan masyarakat di tengah pandemi,” ujarnya.

Baca Juga: Cara UMKM agar Selamat dari Krisis Pandemi Covid-19

Lewat proses cukup lama, awal April lalu muncul lah ide membuat tempat cuci tangan sistem injak. Kemudian awal Mei mulai produksi. Selanjutnya pertengahan Mei sudah mulai dapat order dari masyarakat. Mulai dari instansi pemerintah, kampus, sekolah hingga perseorangan.

“Tempat cuci tangan sistem injak ini hampir tidak ada sentuhan. Untuk mengeluarkan air cukup diinjak, demikian juga dengan sabun cairnya juga diinjak,” jelasnya.

Sedang harga cukup terjangkau , mulai Rp650 ribu, tergantung dengan bahan baku bak air. Idenya tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19. “Karena menyambut normal baru, ini pemintaan cukup banyak,” ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini