5 Fakta Mengerikan IMF soal Corona Bikin Resesi Ekonomi Global

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 08:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 26 20 2236848 5-fakta-mengerikan-imf-soal-corona-bikin-resesi-ekonomi-global-v3ivrVMWUv.jpg Resesi Ekonomi Global (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) meramal pertumbuhan ekonomi global akan minus 4,9% pada tahun ini dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

IMF kembali merevisi output global 2020 hingga 4,9% atau lebih dalam dibandingkan prediksi April 2020 dengan kontraksi 3,0%. Untuk pertama kalinya, IMF memproyeksikan bahwa semua wilayah akan mengalami pertumbuhan negatif pada 2020.

Baca Juga: Ekonomi Global Diprediksi Minus 4,9%, IMF: Pemulihan Tak Pasti 

Laporan IMF ini terungkap dalam World Economic Outlook (WEO) yang menyatakan bahwa pemulihan ekonomi akibat virus corona menjadi sesuatu yang tidak pasti. Sebab, pandemi Covid-19 memiliki dampak lebih negatif pada seluruh aktivitas ekonomi.

Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (29/6/2020).

1. Ekonomi Global Diprediksi Minus 4,9%

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam World Economic Outlook (WEO) mengungkapkan bahwa pemulihan ekonomi akibat virus corona menjadi sesuatu yang tidak pasti. Sebab, pandemi Covid-19 memiliki dampak lebih negatif pada seluruh aktivitas ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan menurun 4,9% pada 2020, dengan pemulihan lebih bertahap dari perkiraan sebelumnya. Sedangkan pada 2021, pertumbuhan global diproyeksikan tumbuh 5,4%.

Baca Juga: Daftar Negara yang Ekonominya Diprediksi Minus, Prancis -12,5% hingga AS -8% 

2. Penghasilan Rendah Paling Terdampak

Menurut IMF, dampak buruk lebih kepada rumah tangga dengan penghasilan rendah. Sebab membahayakan kebijakan dalam mengurangi kemiskinan ekstrem di dunia sejak 1990-an.

Proyeksi IMF April 2020, ada tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi terhadap pemulihan ekonomi. Proyeksi didasarkan pada asumsi utama dampak dari pandemi.

Menurut IMF, jika penguncian wilayah diperlukan, kebijakan ekonomi tetap harus terus melindungi mayarakat yang memiliki pendapatan rumah tangga langkah-langkah yang cukup besar, tepat sasaran serta memberikan dukungan kepada perusahaan yang menderita konsekuensi yang diamanatkan pembatasan aktivitas.

3. Daftar Negara Pertumbuhan Ekonomi Minus

Laporan IMF itu juga memperkirakan, produk domestik bruto (PDB) Amerika akan turun 8% lebih buruk dari perkiraan April lalu sebesar 5,9%. Untuk 19 negara Eropa yang menggunakan Euro, laporan IMF mengatakan kawasan itu akan mengalami penurunan 10,7%.

Untuk di wilayah Eropa, pertumbuhan ekonomi negara maju seperti Prancis diprediksi tumbuh minus 12,5% pada tahun ini. Sedangkan untuk 2020, diperkirakan mengalami pemulihan ekonomi hingga 7,3%.

Jerman juga diprediksi akan mengalami pertumbuhan minus 7,8% pada 2020. Pada 2021, mengalami pemulihan hingga 5,4%. Kemudian Spanyol diprediksi tumbuh negatif sebesar 12,8% dan Rusia tumbuh minus 6,6% pada tahun ini.

Pada wilayah Amerika, Brasil, Argentina, Amerika Serikat juga diprediksi tumbuh negatif. Amerika Serikat tumbuh negatif 8,0%, Argentina tumbuh minus 9,9% dan Brasil negatif 4,5%.

Sementara itu di Asia, pertumbuhan ekonomi tahun ini juga mayoritas negatif. Seperti Indonesia yang diprediksi pertumbuhannya negatif 0,3%. Malaysia minus 3,8%, Jepang negatif 5,8%, Korea minus 2,1%. Arab Saudi minus 6,8%.

4. Ekonomi China Bisa Naik 1%

Terlepas dari perkiraan IMF bahwa semua Kawasan di dunia akan mengalami pertumbuhan negatif, hanya dua negara yang pertumbuhan ekonominya tidak minus, di antaranya China dan Egypt. China diperkirakan tumbuh 1,0% dan pada 2021 naik ke 8,2%, sedangkan Egypt tumbuh 2,0% tahun ini.

 

5. Ekonomi Indonesia Minus 0,3%

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tumbuh minus 0,3% karena pandemi virus corona. Untuk 2021, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi tersebut meningkat ke 6,1%.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini