Dolar Menguat di Tengah Selisih Dagang AS-Uni Eropa

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2020 07:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 26 278 2236610 dolar-menguat-di-tengah-selisih-dagang-as-uni-eropa-TnVr8CaSNe.jpg Dolar AS Menguat (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat karena dianggap sebagai investasi yang aman di tengah kekhawatiran infeksi baru kasus corona dan ketika ketegangan perdagangan memburuk antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Euro turun 0,32% pada USD1,1214. Dolar naik 0,16% terhadap yen Jepang menjadi 107,19 yen.

Jumlah kasus harian baru di seluruh negeri naik ke rekor tertinggi. Texas menghentikan pembukaan kembali secara bertahap sebagai tanggapan atas lonjakan infeksi Covid-19.

Baca Juga: Dolar AS Balik Menguat di Tengah Kekhawatiran Kasus Baru Corona

Lebih dari 36.000 kasus baru AS, membuat investor pesimistis tentang peluang pemulihan ekonomi yang cepat.

"Di banyak negara bagian AS terjadi peningkatan kasus yang sangat cepat. Ini yang akan terus menjadi masalah bagi pasar," kata Ahli Strategi Makro Wells Fargo Erik Nelson, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga: Dolar AS Kian Lesu, Euro Menguat karena Cepatnya Pemulihan Ekonomi

Sementara itu, perselisihan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, menandai kemungkinan perubahan tarif pada barang-barang UE. Hal ini juga merusak sentimen risiko.

Euro tergelincir karena aset berisiko di kawasan itu, termasuk obligasi Italia melemah. Padahal Bank Sentral Eropa melawan kembali terhadap tantangan pengadilan Jerman terhadap rencana pencetakan uangnya.

"Ada sedikit kegelisahan yang terjadi di pasar keuangan Eropa, yang mungkin membebani euro," kata Nelson.

ECB juga mengatakan akan menawarkan pinjaman euro terhadap agunan kepada bank sentral di luar kawasan euro untuk menghambat pasar pendanaan di tengah pandemi corona.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini