5 Fakta Ekonomi RI Kuartal II-2020 Paling Rendah, Bisa Minus 3,8%

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 28 Juni 2020 08:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 27 20 2237237 5-fakta-ekonomi-ri-kuartal-ii-2020-paling-rendah-bisa-minus-3-8-Vq1S7Y5INx.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTAPertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami tekanan yang cukup dalam akibat pandemi covid-19. Kontraksi ekonomi RI akan terlihat cukup parah pada kuartal II 2019.

Kendati demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 bisa di kisaran 5%. Di mana pertumbuhan itu bisa menjadi titik balik bagi Indonesia pasca pandemi Covid-19 yang menyebabkan ekonomi anjlok di tahun ini.

Baca Juga: Kontraksi Lanjutan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Lebih Rendah

Berikut adalah fakta mengenai pertumbuhan ekonomi kuartal II yang dirangkum Okezone:

1.Kontraksi di Kuartal II

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan terkoreksi mendalam. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan lebih buruk dari kuartal I sebesar 2,97%.

"Pertumbuhan ekonomi nasional triwulan kedua dari berbagai data kami pantau akan alami kontraksi. Di mana Triwulan II lebih rendah dari triwulan I-2020," ujar dia pada rapat bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Baca Juga: Jangan Kaget, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Paling Rendah

2. Minus 3,8%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 menjadi minus 3,8%. Semula Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi 3,1%.

Menurut Sri Mulyani, di kuartal II-2020 Indonesia pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami tekanan yang sangat tinggi. Mengingat sejumlah daerah yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah virus corona.

3. Kuartal II Jadi Kunci Ekonomi RI Tahun Ini

Sri Mulyani menambahkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun dan 2020 juga akan tergantung pada semester kedua ini. Artinya, pemulihan ekonomi di kuartal III dan IV akan menentukan perekonomian di tahun mendatang.

“Jadi kondisi apakah semester dua atau kuartal III dan kuartal IV, apakah kita sudah bisa pulih, sudah tertuang dalam postur APBN yang baru,” jelasnya.

4. Kuartal II Jadi Pertumbuhan Ekonomi Paling Parah

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, polanya memang pada kuartal I pertumbuhan ekonomi tumbuh 2,97%, kemudian menurun di kuartal II dan kembali bangkit pada kuartal III dan IV. Seiring dengan pemberlakuan kebijakan pemerintah untuk masyarakat produktif dan aman dari Covid-19.

"Polanya memang kuartal II itu pertumbuhan ekonomi kecendrungan paling rendah sebelum secara 5. Penyebab Anjloknya Ekonomi

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional diprakirakan menurun pada triwulan II 2020, meskipun perkembangan terkini menunjukkan tekanan mulai berkurang. Melihat polanya, ekonomi RI pada kuartal II-2020 turun paling dalam.

"Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengurangi akitivitas ekonomi," tuturnya.

5. Ekonomi Tahun Ini Tumbuh 0,9%-1,9%

Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 berada di kisara 0,9% sampai 1,9%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mulai membaik pada kuartal III-2020.

“Kuartal II turun cukup dalam kemudian secara perlahan meningkat di triwulan III maupun IV dengan perkembangan itu kami perkirakan untuk keseluruhan tahun pertumbuhan ekonomi (full year) kisarannya 0,9%-1,9%,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini