Dear Bu Sri Mulyani, Realisasi Insentif Covid-19 Sudah Berapa Sih?

Sabtu 27 Juni 2020 18:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 27 20 2237483 dear-bu-sri-mulyani-realisasi-insentif-covid-19-sudah-berapa-sih-HfSqZ60AhF.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp677,2 triliun untuk penanganan virus corona (covid-19) di Indonesia. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 67% dibandingkan sebelumnya yang hanya Rp405,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut dalam penyaluran anggaran covid-19 ini ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Oleh karenanya, pemerintah akan tetap memantau ketat penyaluran anggaran ini agar bisa tepat waktu dan sasaran.

"Implementasinya kita sadar akan hadapi banyak hal sebagai tantangan," ujarnya dalam diskusi virtual, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Program Perlindungan Sosial dan Bansos Segera Dieksekusi

Menurut Sri Mulyani, hingga akhir Juni, realisasi insentif untuk tenaga kesehatan baru mencapai 4,68%. Hal ini lah yang membuat para tenaga medis belum mendapatkan insentif meskipun alokasi anggaran sudah diberikan.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasikan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) pusat dan swasta ke dalam DIPA Kementerian Kesehatan sebesar Rp1,9 triliun. Sedangkan, insentif untuk tenaga kesehatan daerah dialokasikan sebesar Rp3,7 triliun yang dialokasikan bertahap melalui DAK Nonfisik.

"Ini karena masalah verifikasi, dokter di mana nama siapa RS apa, bertugas di mana. Itu antara kehati-hatian namun at the cost sampai Juni belum semua dapatkan kompensasi tenaga kesehatan. Begitu juga santunan meninggal," jelasnya.

Baca Juga: Jokowi Siapkan 'Vaksin' Penangkal Virus Korona ke Ekonomi RI

Sementara itu anggaran untuk perlindungan sosial sudah lebih baik. Meskipun dirinya tidak menyebutkan sudah berapa persen realisasi dari anggaran untuk perlindungan sosial.

"Perlindungan sosial sudah agak lumayan karena sudah dilakukan. Tapi nanti muncul datanya ada inclusion error, daerah dan desa dalam hal ini semua akan munculkan dinamika yang harus tetap diperbaiki. Kemensos, pemda, terus lakukan koordinasi," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun meminta kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan realokasi anggaran untuk penanganan covid-19. Sebab masih ada beberapa daerah yang belum melakukan realokasi anggarannya.

"Sektoral pemda masih sangat awal karena APBD masih banyak yang harus direvisi. APBN sudah perpres. Untuk itu, kemudian dimunculkan semua dokumen keuangan untuk pelaksanaan," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk insentif kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini baru mencapai 22,7%. Ditargetkan pada bulan depan, pemberian subsidi bunga untuk para pelaku UMKM ini sudah bisa terlihat.

"UMKM capai 22,7%, ini cukup bagus tapi karena kami menempatkan dana di himbara. Kalau dilihat dari penyaluran subsidi bunga restructuring mungkin masih butuh akselerasi. Bulan Juli mungkin keliatan yang diberkan subsidi bunga," ucap Ani.

Sementara untuk pembiayaan koorporasi saat ini masih belum terlaksana. Lalu untuk insentif pajak yang diberikan kepada dunia usaha realiasasinya mencapai 10,14%.

"Pembiayaan korporasi belum terimplementasi atau 0%. Untuk insentif usaha dair sisi perpajakan udah 10,14%," ucapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini