Investasi Saham vs Buka Usaha? Belajar dari Drakor Itaewon Class Dulu

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 22:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 278 2238415 investasi-saham-vs-buka-usaha-belajar-dari-drakor-itaewon-class-dulu-a0PZC8Fncx.jpg Itaewon Class (Metrostyle)

JAKARTA - Drama Korea Itaewon Class menjadi film seri yang cukup sukses mengajarkan tentang kerasnya mencari uang. Bahkan, tokoh utamanya yaitu Park Sae Royi berhasil mengajarkan kita bagaimana berinvestasi baik di pasar modal maupun membuka usaha.

Film tersebut cukup banyak mengajarkan kita mengenai sisi finansial. Selain itu, kerasnya dunia membuat perjuangan tokoh tersebut menjadi pengusaha yang kuat baik mental maupun pengetahuannya.

 Baca juga: Baru Gajian Tapi Langsung Nyesek? Begini 7 Cara Mengelolanya

Buat kamu yang masih bingung ingin investasi di saham atau membuka usaha, banyak kiat-kiat sukses yang diajarkan dalam film ini. Oleh sebab itu, mengutip akun Instagram Pritaghozie, Jakarta, Senin (29/6/2020), berikut beberapa hal yang bisa kamu ambil saat bingung ingin berinvestasi ke mana:

1. Jangka Waktu Investasi

Investasi saham melalui pasar modal maupun investasi langsung ke bisnis seperti kedai DanBam (nama kedai Sae Royi) sebaiknya ditujukan untuk jangka panjang. Sae Royi sadar betul hal ini, maka dia punya mindset jangka panjang minimal 10 tahun seperti di Itaewon Class.

Bagi kamu yang ingin ke saham, jangan cepat tergiur dengan saham naik dikit langsung jadi trader. Komitmen ke dirimu kalau berniat untuk jangka panjang.

 Baca juga: Cara Pintar Kelola Keuangan agar Dompet Tak Jebol

Ikuti cara Sae Royi, investasi untuk jangka panjang. Di film tersebut, Sae Royi membeli saham Jangga (perusahaan franchise ternama di film tersebut) saat harganya jatuh, lalu 15 tahun kemudian menjadi sekira 1,9 miliar won.

2. Pahami Risiko Saham vs Bisnis

Investasi langsung di saham melalui pasar modal punya risiko fluktuasi naik turun harga dalam jangka pendek. Jika sedang turun nilainya, jangan dijual.

Sedangkan, kalau berinvestasi langsung di bisnis risiko terebesarnya adalah risiko gagal bayar modal. Hal ini hampir kejadian saat properti DanBam dibeli Chairman Jangga, yang hampir membuat tutup bisnisnya Sae Royi.

 Baca juga: Pertimbangkan 4 Hal Ini Sebelum Ngutang di Era New Normal

Untungnya, Sae Royi berhasil cepat cari lokasi baru. Maka dari itu, tindakan darurat harus diperhatikan secara matang.

3. Punya Dana Darurat

Sae Royi mempunyai dana darurat dalam menjalankan hidupnya. Dia mampu mengelola gaya hidupnya sesuai dengan kemampuan finansial.

Maka dari itu, investor pemula jangan mudah tergoda untuk memakai semua dana yang dimiliki untuk membeli saham. pastikan sudah ada sejumlah 3 kali pengeluaran rutin bulanan di rekening dana darurat terpisah.

Setelah itu, barulah memulai investasi saham maupun membuka usaha.

 Baca juga: Bak Memilih Pacar, Identifikasi Dirimu Sebelum Menabung

4. Gunakan Dana Idle untuk Investasi

Jangan pernah menggunakan uang untuk hidup bulanan sebagai modal investasi. Belajar dari Sae Royi yang menginvestasikan uang klaim asuransi jiwa dari ayahnya untuk membeli saham Jangga Group saat jatuh.

Sedangkan, untuk modal bisnis Sae Royi mengumpulkan modalnya dari bekerja selama 7 tahun. Hindari juga menggunakan dana pinjaman untuk spekulasi saham jangka pendek.

5. Pahami Perusahaan yang Diinvestasikan

Investasikan uang kamu di perusahaan yang berfundamental baik. Caranya dengan kenali manajemennya, jenis bisnisnya hingga laporan keuangannya.

Bila tidak paham finansial, bisa melihat Sae Royi, dirinya meminta bantuan fund manager yang juga temannya. Untuk menjalankan bisnisnya, Sae Royi juga dibantu oleh Yi Seo yang pintar dalam berstrategi.

Prinsipnya, berinvestasi itu jangan berpikir diri sendiri. Belajar terus tentang investasi dan selalu berinteraksi dengan teman yang positif membangun.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini