Krisis Kali Ini Berbeda, Sri Mulyani: Kita Harus Lindungi Manusia-Ekonomi Sekaligus

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 20 2238796 krisis-kali-ini-berbeda-sri-mulyani-kita-harus-lindungi-manusia-ekonomi-sekaligus-8Odl3gmGHd.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa krisis yang terjadi karena pandemi Covid-19 sangat berbeda dengan krisis keuangan Asia 1998 maupun krisis keuangan global 2008. Sebab pada krisis kali ini, yang harus dilindungi tidak hanya ekonomi, tapi juga manusia sekaligus.

Dalam masa pandemi yang penuh ketidakpastian, pemerintah memiliki peran sangat penting karena hampir semua sektor publik hingga swasta terkena imbas Covid-19. Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat menjadi salah satu panelis dalam acara Toronto Centre Live Webinar dengan tema “Post Covid-19 Crisis: Implications for Financial Stability, Financial Inclusion, Gender Equality and International Development”.

Baca Juga: Pencairan Anggaran Covid-19 Masih Macet, Jokowi: Saya Tegur Menterinya!

“Krisis kali ini berbeda sekali karena kita harus melindungi manusia dan perekonomiannya sekaligus. Untuk membendung penyebaran virus, kita harus membatasi pergerakan manusia. Itu salah satu shock besar karena tidak pernah terjadi sebelumnya, jadi kita harus memikirkan dua sampai tiga langkah ke depan. Ini lah mengapa Pemerintah berperan sangat penting,” ujar Sri Mulyani, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Untuk itu, pemerintah pun langsung merespons cepat dengan melakukan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Bandingkan Ekonomi RI dengan Negara Lain, Jokowi: Apakah Sudah Resesi?

Pandemik Covid-19 ini memukul perekonomian masyarakat secara luas, termasuk rumah tangga dan pelaku usaha. Selain perlindungan sosial, dukungan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sangat penting. Salah satu langkah penting adalah restrukturisasi kredit UMKM, dibarengi dengan subsidi bunga dan memberikan kemudahan untuk mendapatkan kredit modal kerja baik melalui penempatan dana murah pada perbankan maupun penjaminan kredit.

Menurut Menkeu, banyak pelaku UMKM adalah wanita, sehingga dukungan ini juga sekaligus berdampak pada inklusi keuangan dan kesetaraan gender yang menjadi topik webinar ini.

“Satu hal yang berbeda pada krisis kali ini adalah adanya pembatasan sosial, dan beruntung kita punya teknologi sehingga banyak transaksi dilakukan secara online. Episentrum pandemi di Indonesia yaitu Jakarta yang masyarakatnya lebih maju dalam penguasaan teknologi. Sehingga meskipun tidak ada kontak (fisik), transaksi terus berlangsung. Banyak orang beralih menggunakan transaksi dengan teknologi digital. Hal ini mengakselerasi penggunaan teknologi yang (selanjutnya) mentransformasi ekonomi ke digital,” ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini