Setoran Pajak dan PNBP dari Inalum Berkurang 50% Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 20:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 20 2239118 setoran-pajak-dan-pnbp-dari-inalum-berkurang-50-tahun-ini-AtteoLizTd.jpg Setoran Pajak Holding BUMN Tambang Berkurang. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tambang , Inalum mengakui pandemi virus corona mempengaruhi bisnis pertambangan. Dengan demikian pendapatan perseroan pun berpengaruh pada akhir tahun nanti.

Direktur Utama Inalum Orias Petrus Moedak mengatakan, setoran PNBP dan pajak holding pertambangan akan mengalami penurunan. Tak tanggung-tanggung setoran pajak dan PNBP anjlok 50% pada tahun ini.

Baca Juga: Efisiensi, Inalum Buka Opsi Rumahkan Karyawan

Biasanya, kontribusi perusahaan pada negara mencapai Rp22,9 triliun. Angka tersebut terdiri dari setoran pajak sebanyak Rp16,15 triliun dan PNBP Rp6,75 triliun.

Namun dengan pandemi ini diperkirakan Holding Tambang akan setor PNBP dan pajak sebesar Rp10 hingga Rp11 triliun. Bahkan angka ini hampir separuh dari setoran PNBP dan pajak Mind ID pada tahun lalu.

Baca Juga: Puncak Debat soal Utang, Anggota Komisi VII Usir Bos Inalum dari Rapat

"Mungkin akan flat di level ini sampai akhir tahun. Jadi sampai akhir tahun Rp 10 triliun-Rp 11 triliun, jadi sekitar 50% penurunan dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI, Selasa (30/6/2020).

Menurut Orias, memang setoran perusahaan pada negara menurun sejak 2018. Pada tahun 2018, setoran pajak dan PNBP mampu mencapai Rp 38,2 triliun dengan kontribusi PNBP Rp11,34 triliun dan pajak Rp26,85 triliun

Namun untuk tahun ini, turunya setoran PNBP dan pajak holding BUMN tambang disebabkan oleh banyak faktor. Misalnya saja pandemi virus Corona yang mempengaruhi harga komoditas yang membuat penjualan lesu.

Menurutnya, hampir seluruh komoditas yang diproduksi dan dijual anak-anak usaha MIND ID mengalami penurunan harga. Misalnya saja aluminium , pada awal tahun harga diproyeksikan bisa menyentuh USD1.894 per ton, namun realisasinya hanya mampu di level USD1.500 per ton.

"Semua komoditi itu mengalami penurunan. Alumunium, timah, tembaga, batubara. Paling hanya emas saja yang memang masih mencatatkan harga yang baik," ujar Orias.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini