Ekspor Udang hingga Cumi Meroket di Tengah Corona

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 15:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 320 2238856 ekspor-udang-hingga-cumi-meroket-di-tengah-corona-7xYnSX98d3.jpg Ekspor Kelautan dan Perikanan RI Meningkat, (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat kinerja positif pada sektor kelautan dan perikanan, meski di tengah pandemi virus corona. Kinrja ini merupakan kerjasama antara pemerintah dengan dunia usaha.

Dalam perikanan budidaya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Yugi Prayanto mengatakan, pemerintah cukup jeli membangun kerjasama dengan pihak swasta untuk melakukan observasi dan eksploitasi budidaya yang potensinya demikian besar sehingga menjadi salah satu program prioritas.

Selain perikanan tangkap, perikanan budidaya sangat menjanjikan untuk menopang kinerja ekspor. “Udang, tuna, tongkol, cakalang, cumi sotong, gurita, rajungan, kepiting dan rumput laut adalah komoditas yang ideal,” ujarnya, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Kabar Baik, Ekspor Kentang Sumatra Naik 300% di Masa Krisis Covid-19

Berdasarkan Badan Pusat statistik triwulan pertama 2020, ekspor dari budidaya perikanan komoditas sangat menjanjikan. Udang mendominasi ekspor dengan nilai mencapai USD466,24 juta (37,56%). Tuna-tongkol-cakalang (TTC) dengan nilai USD176,63 juta (14,23%).

Kemudian cumi-sotong-gurita dengan nilai USD 131,94 juta (10,63%). Disusul rajungan-kepiting dengan nilai USD105,32 Juta (8,48%) dan rumput laut dengan nilai USD53,75 Juta (4,33%).

Baca Juga: Ekspor Makanan Olahan RI Laris Manis, Paling Banyak Diekspor ke AS

“Budidaya bagus untuk penciptaan lapangan kerja, meningkatkan taraf hidup petambak, dan menjaga kelestarian” kata dia.

Kadin berharap, sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi ujung tombak perekonomian nasional dalam masa pemulihan pasca Covid-19.

“Selama PSBB (pembatasan sosial berskala besar) berlangsung, aktivitas produksi perikanan tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan ekspornya cukup baik,” kata Yugi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) volume ekspor Januari–Maret 2020 mencapai 295,13 ribu ton atau meningkat 10,96% dibanding periode yang sama 2019. Sementara nilai ekspor Indonesia selama Januari–Maret 2020 mencapai USD1,24 miliar atau meningkat 9,82% dibanding periode yang sama tahun 2019. Pada April 2020 volume ekspor tercatat mencapai 119,65 ribu ton atau meningkat 29,84% apabila dibanding April 2019, dengan nilai ekspor perikanan mencapai USD 438,02 juta.

Meningkatnya produktivitas perikanan dan peningkatan ekspor itu merupakan andil dari adanya dukungan regulasi. Kadin menilai KKP berhasil melakukan gebrakan melalui reformasi perizinan dengan efektifnya Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (SILAT) berbasis online. Sistem yang dikelola Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (Ditjen PT) ini mampu memangkas pengurusan izin dari 14 hari menjadi satu jam saja.

“Banyak dari rekan pelaku usaha juga nelayan sangat terbantu dengan ini. Permohonan izin kapal perikanan di atas 30 GT dapat dengan mudah didapatkan, sehingga tidak ada hambatan untuk melaut,” kata Yugi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini