Vaksin Covid-19, YLKI: Utamakan Keselamatan Konsumen

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 18:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 320 2239636 vaksin-covid-19-ylki-utamakan-keselamatan-konsumen-3cUB8Va7M8.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Hingga saat ini belum ditemukan obat yang pasti bisa menyembuhkan seseorang dari positif virus corona atau Covid-19

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengingatkan bahwa menemukan jenis obat apapun atau vaksin dalam upaya penyembuhan dan menghadang Covid-19 harus berbasis keamanan dan keselamatan konsumen sebagai pengguna obat, sehingga obat tersebut bagaimanapun harus lolos uji klinis sehingga memenuhi standar efektivitas, manfaat, aman dan stabil untuk dikonsumsi oleh masyarakat penderita/pasien Covid-19.

“Aspek ini harus menjadi skala prioritas utama dan pertama, tanpa kompromi,” kata Tulis di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga: 303 Pasar di Jakarta Akan Diawasi Ketat TNI-Polri 

Tulus menegaskan, lembaga apa pun, termasuk BNPB dan BIN, seyogyanya tidak membuat/mendistribusikan obat apa pun atau pun vaksin, sebelum mendapatkan green light dari Badan POM.

“Green light Badan POM akan menjadi dasar terhadap aspek yang sangat fundamental, yakni keamanan dan keselamatan pada konsumen dan masyarakat secara keseluruhan,” imbuhnya.

Menurut Tulus, keberadaan gugus tugas khusus diperlukan untuk mengakselerasi upaya penemuan obat dan vaksin yang melibatkan multi stakeholder secara utuh dan komprehensif, baik sektor kesehatan dan non sektor kesehatan.

Baca Juga: Alasan Anies Hapus Aturan Ganjil Genap di Pasar 

“Egoisme antar lembaga harus ditinggalkan. Spirit menghadang wabah Covid-19 dan perlindungan masyarakat konsumen harus menjadi prioritas pertama dan utama,” katanya.

Tercatat, sekitar 120 laboratorium di seluruh dunia saat ini sedang mengembangkan vaksin Covid-19.

Di Indonesia, banyak macam obat, jamu maupun herbal yang diklaim bisa menyembuhkan Covid-19. Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengingatkan semua pihak meski dalam kondisi darurat, semua tugas yang diamanatkan UU dalam prosedur pembuatan obat harus dipenuhi.

"Meski dalam situasi emergency, harus tetap memperhatikan keselamatan publik. Janganlah melampaui batas Tupoksi, siapa pun, karena ini berbasis ilmu pengetahuan," tegas Pandu.

Pandu mengingatkan semua pihak harus mengikuti prosedur untuk mengklarifikasi keabsahan obat tertentu. Sebab sudah terbukti ada sebagian obat yang diklaim sebagai obat Covid-19, ada yang bermanfaat dan ada juga tidak. Jangan sampai hal ini membuat publik bingung.

"Orang bilang ini riset, tapi bagaimana metodologinya? Bagaimana mungkin temuan dari sel langsung loncat menjadi clean bagi manusia. Seharusnya BPOM menyatakan ini belum bisa," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini