Rapid Test Mahal, Ini Kata Menhub

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 18:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 320 2239648 rapid-test-mahal-ini-kata-menhub-Ye9sS6q2vN.jpg Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merespons keluhan masyarakat soal rapid test. Di mana hal ini menjadi salah satu syarat bagi yang mau berpergian ke luar kota menggunakan pesawat, kapal hingga kereta api.

Budi Karya mengakui bahwa rapid test menjadi suatu permasalahan. Namun demikian, ini menjadi kewenangan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dalam mengedepankan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona pada sektor transportasi.

Baca Juga: Dukung Pariwisata, Menhub Cek Protokol Kesehatan Tiap Transportasi Jogja dan Solo

"Namun demikian kami selalu memberikan suatu masukan-masukan (kepada Gugus Tugas)," tuturnya, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Karena rapid test menjadi syarat perjalanan, Budi pun usdah mengirimkan surat kepada semua operator agar bisa menetapkan partner yang melakukan tes virus corona. Sebab, biaya rapid test berbeda-beda harganya.

Baca Juga: Akibat Covid-19 Trafik Pesawat pada Januari-Mei Turun 34,09%

"Dari kunjungan saya ke Solo dan Jogja, rapid test itu Rp300.000. Sedangkan ada pihak yang bisa menyediakan dengan Rp100.000. Kami kirim surat supaya operator bisa menetapkan sendiri partner untuk membuat rapid test," tuturnya.

Sebagai informasi, besarnya anggaran penanganan virus corona hingga Rp695,1 triliun dipertanyakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena masyarakat masih harus membayar sendiri biaya rapid test. Hal ini pun jadi beban baru pada masyarakat karena biayanya mahal.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan melakukan pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) terhadap pelaksanaan lima program pada penanggulangan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini