Sawah Jadi Perumahan, Ancaman Serius Pertanian

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 18:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 320 2239679 sawah-jadi-perumahan-ancaman-serius-pertanian-5WeKnXBORs.jpg Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Okezone.com)

SALATIGA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan alih fungsi lahan menjadi ancaman serius di sektor pertanian. Untuk itu, dia mendorong setiap pemerintah daerah mencegah alih fungsi lahan.

“Kami mendukung pemda untuk mengambil sikap tegas. Sebab, alih fungsi lahan menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian,” katanya, Rabu (1/7/2020).

Dia pun menjelaskan, pemda memiliki peran penting untuk mencegah alih fungsi lahan ini. Sebab, telah ada regulasi yang mengatur yaitu Undang-undang Nomor 41 tahun 2009 tentang Penerapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) di daerah.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Belanti Siam Bisa Jadi Pusat Ekonomi Kalteng

“Kami berharap pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap hal ini,” tutur mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Wakil Walikota Kota Salatiga, Muhammad Harris, menegaskan, pihaknya telah menetapkan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam Perda RTRW. Menurutnya, dengan Perda RTRW itu, alih fungsi lahan pertanian sangat kecil.

Baca Juga: Bangun Food Estate Tahap Pertama, Lahan 30.000 Ha Disiapkan

"Alih fungsi lahan (di Salatiga) itu relatif kecil. Praktis kalau ada alih fungsi lahan, misalnya untuk perumahan, itu bukan di lahan hijau, tapi di lahan yang kering atau kuning-kuning itu," kata Harris.

Aturan yang mengakomodasi perlindungan lahan pertanian tersebut tercantum dalam Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Rencana Detail Tata Ruang Bwp Pk, I, II, III, dan IV Kota Salatiga Tahun 2017-2030. Dia mengklaim, dengan Perda tersebut ada dua keuntungan bagi masyarakat Salatiga, yakni keterjagaan lahan pertanian dan kerusakan lingkungan bisa dicegah.

"Lahan pertanian kita tetap terjaga. Kita tidak berani melawan UU Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan/atau Perda RTRW," terangnya.

"Keuntungan adanya RTRW ini, pertama tentu menjaga lahan pertanian. Kedua ya menjaga dari kerusakan lingkungan. Jika lahan hijau dijaga 30 persen, tentu saja, kota kita makin asri, nyaman, dan jauh dari polusi," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini