Penempatan Uang Negara Rp30 Triliun, Bos BTN: KPR Naik

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 470 2239554 penempatan-uang-negara-rp30-triliun-bos-btn-kpr-naik-hnV8lVxW8j.jpg KPR (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mengklaim pertumbuhan kredit akan tetap positif pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan mulai naiknya permintaan kredit pemilikan rumah (KPR).

Baca Juga: Menko Luhut Minta Pejabat Beli Produk Lokal untuk Kebutuhan Pribadi 

Direktur Utama BTN Pahala Mansury mengatakan, optimisme tersebut semakin naik setelah pemerintah mengucurkan dana Rp30 triliun ke perbankan BUMN atau Himbara. Adapun bank BTN nantinya akan mendapatkan Rp5 triliun.

"Kami di Bank BTN berkomitmen bahwa pada 2020 kredit kami tetap tumbuh positif," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga: Waspadai Informasi Hoaks Ajakan Penarikan Dana, OJK: Perbankan Aman 

Menurut Pahala, perseroan memang fokus untuk memberikan dan menyalurkan kredit pada perumahan subdisi. Di sisi lain, perseroan juga tetap memberikan KPR non subsidi.

Apalagi, saat ini permintaan untuk KPR non subsidi cukup tinggi. Pada Juni lalu, permintaannya meningkat sekitar 30-40% dibandingkan bulan Mei 2020.

"Bagi kami untuk bisa tumbuh di luar KPR subsidi, KPR non subsidi pun kita lihat pada Juni demand-nya sampai 29 Juni lalu sudah lebih tinggi. Kurang lebih 30%-40% dibandingkan Mei," kata Pahala.

Pahala juga makin optimis mengingat saat ini kebijakan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) sudah dilonggarkan. Pertumbuhan kredit diprediksi akan mulai tumbuh pada September.

"Kami optimis bahwa penyaluran kredit akan tumbuh sampai September dan akhir tahun nanti," kata Pahal

Sebagai informasi, sepanjang kuartal I-2020, BTN membukukan laba Rp457 miliar pada kuartal I-2020. Angka ini turun 36,79% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp723 miliar.

Dampak dari penyebaran COVID-19 telah terlihat di berbagai sektor pada kuartal pertama. Meski demikian, berbagai strategi yang telah dijalankan perseroan sejak tahun lalu menjadi bantalan cukup tebal untuk mempertahankan kinerja positif di Bank BTN.

Untuk menjaga rasio pencadangan yang kuat, Bank BTN terus memupuk provisinya dengan mengalokasikan dari laba operasional. Per kuartal I-2020, rasio pencadangan perseroan melonjak ke level 105,66% dari 45,07% pada periode yang sama tahun lalu.

Kemudian, perseroan juga mencatatkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 18,73% pada kuartal I-2020 atau naik 111 basis poin (bps) dari 17,62% di kuartal I-2019. Peningkatan permodalan tersebut didukung penerbitan subdebt pada awal 2020 yang mencatatkan kelebihan permintaan hingga lebih dari 10 kali.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini