Hindari Investasi Saham dengan Modal Besar, Bisa-Bisa Rugi Bandar

Natasha Oktalia, Jurnalis · Jum'at 03 Juli 2020 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 278 2240849 jangan-sotoy-investasi-dengan-modal-besar-bisa-bisa-rugi-bandar-N2XHuNIvDz.jpg Investasi Saham di Pasar Modal Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Founder Aplikasi Teman Trader (Tetra) Saham Luqman el Hakiem Syamlan menyarankan masyarakat yang akan memulai investasi saham untuk tidak berpatokan dengan modal yang besar. Hal ini bisa merugikan bila pemahaman terhadap investasi saham masih kurang.

"Besar kecilnya modal tergantung ekspetasi kita. Kita mau punya target berapa? karena banyak orang di pasar modal, tidak punya skill kemudian dia taruh gede. Ada lagi orang skill bagus modal terbatas akhirnya menyesuaikan," tuturnya, dalam Live Streaming di Instagram Okezone.com dan MNC Sekuritas, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Resep Memulai Investasi Saham dari Nol

Yang pasti untuk soal modal investasi tidak perlu dipaksakan. Usahakan dari diri sendiri, supaya tidak merugikan orang lain pada nantinya.

"Baru untung kemudian minta tambah modal yang kemudian dikelola itu berisiko. Tadi awal bikin brownies 5 loyang laku, kemudian langsung buat 500 loyang. Nanti malah tidak laku. Jadi kuasai dulu ilmu dan skill harus ada dulu," tuturnya.

Baca Juga: Investasi Saham Bak Reseller Loh, Beli Produk Habis Itu Jual

Lebih lanjut, untuk membuka rekening saham sebenarnya bisa dengan modal besar dan kecil. Seperti di MNC Sekuritas bisa dengan modal Rp1 juta untuk membuka rekening saham atau mulai investasi.

Hanya saja, besarannya tentu mempengaruhi saat nantinya melakukan trading. Contohnya, modal Rp1 juta memiliki pilihan terbatas, apalagi dengan yang hanya Rp100.000.

Bila per lembar saham Rp900 maka yang wajib dibeli minimal 1 lot (100 lembar), modal yang disiapkan Rp90.000. Jika membeli 10 lot berarti Rp900.000 atau artinya dengan rekening Rp1 juta sudah bisa membeli saham tersebut. 

"Nah modal ini tergantung ekspetasi kita mau membesarkan aset berapa berapa banyak. Saran saya untuk memulai minimal Rp1 juta. Kalau Rp100.000 pilihan makin terbatas banget," tuturnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini