Investasi Saham di Tengah Covid-19, Simak Rekomendasi Saham bagi Pemula

Natasha Oktalia, Jurnalis · Jum'at 03 Juli 2020 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 278 2240886 investasi-saham-di-tengah-covid-19-simak-rekomendasi-saham-bagi-pemula-bMGKGjyGZY.jpg Investasi Saham di Pasar Modal Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 mempengaruhi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan menjadi sentimen positif pada beberapa emiten perbankan hingga telekomunikasi, sehingga menjadi rekomendasi saham selama pandemi virus corona.

Founder Aplikasi Teman Trader (Tetra) Saham Luqman el Hakiem Syamlan mengatakan, untuk pemula yang khawatir terhadap investasi saham apa nantinya, Bursa Efek sudah mengklasifikasikan saham-sahamnya. Misalnya, saham syariah itu ada seperti Telkom, Astra.

Kemudian kategori Liquid 4, di mana terdapat 45 saham unggulan yang aktif diperdagangkan pada Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: Hindari Investasi Saham dengan Modal Besar, Bisa-Bisa Rugi Bandar

"Bursa pilih saham-saham yang aktif, artinya sering diperdagangkan orang. Kita kan tidak mau yang beli hanya satu, dua orang saja," tuturnya, dalam Live Streaming di Instagram Okezone.com dan MNC Sekuritas, Jumat (3/7/2020).

Lalu ada kategori IDX80, di mana terdapat 80 saham terbaik di bursa yang bisa dilihat dari performa harga sahamnya, performa perusahaan seperti labanya.

Baca Juga: Cara Memulai Investasi Saham dari Nol

"Saran saya pilih saham yang memang dalam kategori yang disiapkan bursa. Jangan pilih saham ajaib, kadang ada transaksi, kadang tidak. Sebulan sepi, kemudian lompat satu hari. Itu disebut saham gorengan, panas sebentar kemudian adem," tuturnya.

Selain itu, dirinya menyarankan supaya melihat saham yang berkaitan dengan virus corona. Seperti saham consumer seperti Unilever, Indofood. Kemudian Telkom hingga perbankan.

"Itu cepat balik karena dalam kondisi krisis orang tetap konsumsi, tetap beli sabun. Kedua saham perbankan, saham sekarang ini bagus untuk diperhatikan karena sudah terdiskon harganya. BNI di Rp8.000 sekarang Rp4.000. Sekarang saham komunikasi, kaya kita banyak IG Live, Youtube, sebenarnya saham kaya Indosat, XL, Telkom itu layak diperhatiakan," tuturnya.

"Jagoannya sih saham consumer, perbankan, telekomunikasi. Yang dihindari saham tourism, airlines sepi. Jadi itu harusnya bisa dihindari dulu," tuturnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini