Fakta Menarik Rp30 Triliun di Himbara, Kredit Naik Jadi Rp90 Triliun hingga Dipertanyakan Pengusaha

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 05 Juli 2020 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 320 2241288 fakta-menarik-rp30-triliun-di-himbara-kredit-naik-jadi-rp90-triliun-hingga-dipertanyakan-pengusaha-nVCxXYLjFh.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menempatkan dana Rp30 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional. Dana tersebut akan digunakan untuk menumbuhkan kredit.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun meminta bank negara menggunakan dana tersebut untuk memprioritaskan aspek UMKM dan subsidi bunga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pemberian Rp30 triliun ke Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bertujuan untuk menumbuhkan kredit di dunia perbankan. Sebab tak dapat dipungkiri akibat dari pandemi Covid-19 membuat pergerakan kredit kian melesu. Himbara terdiri dari Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BTN dan Bank BNI.

Baca Juga: Sri Mulyani Cari Utang Rp812 Triliun, Dipakai Erick Thohir Rp108 Triliun untuk BUMN 

Berikut adalah fakta-fakta terkait penempatan dana pada Bank Himbara yang dirangkum Okezone:

1.Kredit Naik 3 Kali Lipat

Sri Mulyani ingin bank-bank BUMN, menyalurkan kredit tiga kali lipat lebih besar dari dana yang dititipkan pemerintah. HAl ini dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sebelumnya pemerintah berencana memindahkan penempatan uang negara kepada bank-bank BUMN yang tergabung ke dalam Himbara. Pada tahapan pertama, suntikan dana yang diberikan kepada Bank Himbara sebesar Rp30 triliun.

"Kita harapkan untuk setiap satu rupiah yang ditempatkan, bisa salurkan 3 kali lipat atau 3 Rupiah," ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Baca Juga: Lagi Tren, Pria Ini Sulap Limbah Kayu Jadi Sepeda

2. Untuk Kredit Produktif

“Seperti Bank Mandiri akan menyalurkan untuk kredit produktif padat karya, ketahanan pangan dan mendukung sistem logistik nasional," ujar Sri. Kemudian, lanjut dia, total penyaluran yang dilakukan Bank Mandiri yaitu Rp21 triliun. Lalu BRI yang sudah melakukan restrukturisasi jutaan UMKM, melakukan ekspansi kredit 6 bulan untuk UMKM sebesar Rp122,5 triliun dengan komposisi segmen mikro 88% atau Rp108,8 triliun.

"Sementara BNI akan melakukan ekspansi kredit sektor riil, baik untuk korporasi usaha menengah dan kecil, consumer loan dengan nilai Rp15 triliun," ungkap dia.

3. Jangka Waktu Diperpanjang

Pemerintah berencana memperpanjang waktu penempatan dana negara di bank-bank BUMN atau Himpunan Bank Negara (Himbara). Terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI dan Bank BTN sebesar Rp30 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perpanjangan waktu penempatan uang negara sesuai keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Untuk jangka waktu penempatan tiga bulan dan akan diperpanjang. Presiden (Jokowi), pun minta diperpanjang," ujar dia, dalam rapat dengar pendapat (RDP), dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2020).

4. Dipertanyakan Pengusaha

Ketua Umum Apindo Haryadi juga mengungkapkan masalah modal kerja. Menurutnya, modal kerja yang dialokasikan belum jelas antara dikasih atau tidak.

"Kami tanyakan Rp30 triliun kemarin untuk apa?Ternyata itu untuk UMKM. Padahal korporasi lebih besar dari UMKM juga cukup besar yang diperlukan. Kami masih butuhkan langkah lebih lanjjut dari pemerintah bagaimana stimulus untuk mendorong supaya korporasi bisa segera bergulir kembali," tuturnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini