Gowes Jadi Tren Saat Covid-19, Nilai Pasar Sepeda Secara Fantastis Tembus Rp902,9 Triliun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 05 Juli 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 05 320 2241445 gowes-jadi-tren-saat-covid-19-nilai-pasar-sepeda-secara-fantastis-tembus-rp902-9-triliun-pNEAhneve9.jpg Tren Sepedaan Meningkat di Tengah Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Hidup sehat menjadi pilihan banyak orang, apalagi saat virus corona atau Covid-19 meluas. Untuk mendapat hidup sehat, kegiatan olahraga pun meningkat, salah satunya bersepeda.

Sepeda saat ini menjadi salah satu olahraga paling populer di tengah virus corona yang masih ada. Diprediksi transaksi penjualan sepeda ke depan pun akan terus meningkat.

Baca Juga: Tren Gowes, Produsen: Lonjakan Permintaan Sepeda di Luar Dugaan

Melansir dari Financesonline, Minggu (5/7/2020), Statista melaporkan proyeksi bahwa nilai pasar sepeda secara global diperkirakan meningkat hingga USD62 miliar atau setara Rp902,9 triliun (kurs Rp14.563 per USD) pada 2024.

Menurut Bikeradar, ada banyak alasan mengapa bersepeda menjadi tren, selain untuk mendapatkan kesehatan itu sendiri. Masyarakat yakin bersepeda bisa terlihat lebih muda, meningkatkan kekuatan otak, mengalahkan penyakit hingga umur yang lebih lama.

Baca Juga: Penjualan Sepeda Laris Manis di Tengah Corona, Harga Rp5 Juta Paling Banyak Diincar

Selain itu dengan bersepeda masyarakat bisa mengurangi kadar lemak tubuh, memperkuat tulang, sendi hingga fleksibelitas dan kekuatan otot. Dan yang terpenting adalah, bersepeda bisa menangkal kanker, mengurangi polusi dan menjaga kapasitas paru-paru. 

Untuk alasan inilah, bersepeda menjadi sangat populer di seluruh dunia saat ini.

Sementara itu, tren bersepeda memberikan keuntungan bagi penjual sepeda. Seperti di Solo, penjualan sepeda melonjak hingga tiga kali lipat atau 300% walaupun harganya naik 15%.

Dari pantauan di enam toko sepeda di Jl. Letjen S. Parman, Solo, pemilik toko dan karyawan sibuk merangkai sepeda. Kondisi toko-toko tersebut ramai dengan kedatangan konsumen yang berburu sepeda.

Pemilik Toko Sepeda Kembar Jaya, Aris, 34, menjelaskan sebelum pandemi Covid-19 penjualan sepeda hanya lima unit per hari. Sedangkan setelah Lebaran yang masih di mas pandemi Covid-19, penjualan menjadi 20 unit per hari.

Artinya penjualan sepeda per hari rata-rata naik 300 persen. Permintaan sepeda yang meningkat secara signifikan tersebut membuat harga sepeda terkerek rata-rata 15 persen.

“Bersepeda jadi olahraga yang viral karena enggak ada kontak fisik dengan orang lain. Tidak seperti olahraga lain. Selama satu pekan setelah Lebaran kami kewalahan. Mereka datang dari berbagai wilayah Soloraya,” kata Aris.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini