Bikin Heboh, Mentan Klaim Tak Ada Niat Memperkenalkan Kalung Antivirus Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 21:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 320 2242790 bikin-heboh-mentan-klaim-tak-ada-niat-memperkenalkan-kalung-antivirus-corona-VQcLbk9c4W.jpg Kalung Antivirus Corona. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kembali membuat kontroversi soal kalung antivirus Corona. Dirinya mengklaim tidak berniat untuk memperkenalkan kalung yang saat ini masih dalam tahap pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Kalung antivirus Corona ramai diperbicangkan ke publik saata Syahrul mengenakan dalam pertemuan dengan Menteri PUPR Basuki Hadimujono, Jumat 3 Juli 2020. Saat konferensi pers tentang lumbung pangan baru, Syahrul menarik perhatian awak media karena mengenakan kalung berwarna hijau dengan tulisan antivirus corona.

Kalung yang mencolok tersebut semakin menarik perhatian karena seluruh jajarannya juga ikut serta menggunakan.

Baca Juga: Ke DPR Pakai Kalung Antivirus Corona, Mentan Dihujani Pertanyaan

Hanya saja dalam rapat dengan Komisi IV, Syahrul berkilah bahwa tidak ada niat memperkenalkan kalung yang digunakanya. Dia mengklaim ada awak media yang menggunakan kalung antivirus buatan Jepang, sehingga ketika itu memberikan kalung yang digunakan kepada wartawan tersebut.

“Jadi sebenarnya itu yang dijelaskan Menteri PUPR oleh media tiba-tiba ada seolah-olah menanya apa yang dipakai kalung itu terus yang nanya itu kebetulan pakai kalung dari Jepang dan saya lebih percaya kalung dari Indonesia dibandingkan yang kamu pakai,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR-RI, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga: Kalung Antivirus Corona Buatan Kementan Masih Membutuhkan Penelitian Lanjutan

Syahrul pun mengaku meminta kepada media yang bertanya mengenai kalung tersebut untuk melepas kalung antivirus dari Jepang tersebut. Dirinya menukar id wartawan dengan kalung antivirus corona hasil penelitian Balitbangtan Kementerian Pertanian.

“Mau enggak kita gantian atau berhenti saja pakai itu. Lalu saya bukalah kalung itu dan semua minta mudah-mudahan bulan depan kita akan (produksi),” kata Syahrul.

Pernyataan Syahrul di depan anggota DPR ini sangat berbeda dengan apa terjadi saat dirinya melakukan pertemuan dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sebab tidak ada satupun media yang datang menggunakan kalung antivirus corona produksi Jepang.

Okezone yang kala itu meliput juga mengetahui langsung bahwa ada media yang menanyakan kalung apa yang dikenakan Mentan. Kemudian Syahrul menjelaskan mengenai kalung bertuliskan antivirus corona tersebut dengan antusias.

Di sisi lain, Syahrul juga yang meminta media untuk mencobanya. Syahrul bahkan meminta jajarannya untuk menyiapkan kalung anti corona untuk diberikan kepada media.

Syahrul menjelaskan jika kalung yang digunakan adalah berasal dari tanaman atsiri (eucalyptsus) hasil pengembangan dari Balitbang Kementerian Pertanian. Rencananya kalung tersebut akan diperbanyak pada agustus mendatang.

“Ini antivirus hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih. Dari 700 jenis, 1 yang bisa mematikan Corona hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak,” jelas Syharul di Kementerian PUPR beberapa waktu lalu.

Eucalyptus selama ini dikenal mampu bekerja melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut.

Minyak atsiri eucalyptus citridora bisa menjadi antivirus terhadap virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

Penemuan tersebut disimpulkan melalui uji molecular docking dan uji in vitro di Laboratorium Balitbangtan. Laboratorium tempat penelitian eucalyptus telah mengantongi sertifikat level keselamatan biologi atau biosavety level 3 (BSL 3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner. Virologi Kementan pun sudah melakukan penelitan sejak 10 tahun lalu dan tak asing dalam menguji golongan virus corona. 

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini