KAI Ngeluh Kantong Jebol Rp3,4 Triliun dan Kereta Inka Retak, Ini Faktanya

Natasha Oktalia, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 09:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 320 2244610 kai-ngeluh-kantong-jebol-rp3-4-triliun-dan-kereta-inka-retak-ini-faktanya-2itLYK08Yp.jpg KAI Keluhkan Penurunan Laba. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkap berbagai fakta menarik, mulai dari gerbong kereta retak hingga pendapatan yang anjlok karena virus corona. Hal tersebut diungkap langsung dalam rapat dengar pendapat dengan Komis VI DPR.

Selain itu, Kereta Api Indonesia (KAI) juga meminta adanya kelonggaran persyaratan penumpang saat ingin berpergian naik kereta. Utamanya saat menuju Jakarta.

Okezone telah merangkum fakta-fakta menarik soal keluhan KAI, Sabtu (11/7/2020):

1. Pendapatan KAI Anjlok

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut pandemi virus Corona membuat pendapatan perseroan anjlok. Hal ini disebabkan karena masyarakat masih enggan dan juga takut untuk bepergian menggunakan kereta.

Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan, biasanya KAI membukukan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun sebelum adanya Corona. Namun saat ini pendapatan rata-rata KAI mencapai Rp500 Miliar.

"Pendapatan kami mengalami penurunan. Kalau kondisi normal Rp2,3 triliun. Sekarang hanya Rp500 Miliar," ujarnya.

2. KAI Minta Dana Talangan Rp3,5 Triliun

Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan, untuk menutupi dan membantu cashflow perseroan meminta dana talangan sebesar Rp3,5 triliun kepada pemerintah. Mengingat pada akhir tahun, keuangan KAI diprediksi akan berada pada posisi minus Rp3,4 triliun.

Asal tahu saja, pada awal tahun yakni Januari sebenarnya pendapatan perseroan cukup bagus yakni Rp2,3 triliun. Namun pada Februari, pendapatan prseroan mulai turun menjadi Rp1,2 triliun saja.

Lalu pada Maret, pendapatan perseroan semakin anjlok karena hanya mendapatkan Rp890 miliar saja. Dan penurunan berlanjut hingga April yang hanya membukukan pendapat Rp684 miliar saja.

3. KAI Keluhkan Kualitas Kereta INKA

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, hal ini sangat mengakhawatirkan bagi perseroan. Mengingat 90% dari gerbong yang ada merupakan produksi dari INKA

"Kami sampaikan bahwa dari sarana kita itu mayoritas dari INKA, hampir 90%. Kami sekarang ini sedang menghadapi masalah dengan INKA karena ada permasalahan gerbong retak," ujarnya. 

4. KAI Lapor ke Erick Thohir

Didiek mengaku sudah menyampaikan hal ini kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan Wakil Menteri BUMN I, Budi Gunadi Sadikin bersama dengan Kementerian Perhubungan juga sudah menggelar pertemuan untuk mencari jalan keluar atas keretakan gerbong kereta buatan INKA.

"Itu jumlahnya signifikan dan ini sedang kami selesaikan, kami ditengahi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," ujarnya.

Didiek menambahkan, perseroan akan tetap mendukung penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kepada sejumlah proyek dan pengadaan kereta. Namun, harus ada relaksasi harga yang diberikan agar bisa kompetitif dengan produk asing.

5. KAI Keluhkan SIKM

PT Kereta Api Indonesia (Persero) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan kelonggaran penerapan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Sebab persyaratan ini membuat masyarakat enggan menggunakan kereta api.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pada transportasi darat, SIKM sudah tidak dilakukan pemeriksaan lagi. Oleh karena itu, dirinya berharap supaya hal serupa bisa dilakukan pada moda transportasi berbasis rel.

"Kami minta kepada Gubernur untuk ada relaksasi SIKM karena SIKM orang masih ini, kalau kita naik mobil, angkutan darat ke Jakarta bebas-bebas aja," ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini