Singapura Resesi, Ekspor Logam Mulia hingga Permata RI Tetap Moncer

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 20 2246767 singapura-resesi-ekspor-logam-mulia-hingga-permata-ri-tetap-moncer-qruqDWu8UB.jpg Perhiasan (Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja dagang Indonesia dengan Singapura terus bergerak positif. Pasalnya, Singapura mengalami resesi ekonomi karena sudah dua kuartal mengalami pertumbuhan yang negatif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS ekspor ke Singapura yang mengalami peningkatan di antaranya adalah logam mulia, perhiasan dan permata. Kemudian mesin dan perlengkapan listrik hingga alat mekanis serta tembakau.

 Baca juga: Banyak Penyelundupan, RI-Singapura Bertukar Data Ekspor Impor

"Jadi kalau lihat angka ini masih oke, seberapa dalam pengaruhnya harus di lihat ke depan," ujar Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Dia mengungkapkan saat ini memang ekonomi Singapura terkontraksi cukup dalam. Namun sampai saat ini kinerja dagang Singapura pasa periode April dan Mei masih cukup baik

 Baca juga: Temui PM Singapura, Jokowi Bahas Kerjasama Investasi, Pariwisata, Energi dan Digital Ekonomi

"Tapi pada Juni sebetulnya ekspor Indonesia ke Singapura masih ada peningkatan sebesar USD13,7 juta," jelasnya.

Sebaga informasi, Pandemi Corona memang terbukti telah meluluhlantakan kondisi ekonomi dunia. Sejumlah negara dengan kekuatan ekonomi yang mapan harus mengalami resesi.Terbaru Singapura baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonominya di kuartal II 2020 (14/7). Kementerian Perdagangan Singapura mengumumkan, ekonomi di kuartal II-2020 minus 41,2% dibandingkan kuartal I-2020.

Sementara dibandingkan kuartal II-2019, year on year (tahunan) ekonomi Singapura pada kuartal II-2020 minus 12,6%. Hasil ini, lebih buruk dari perkiraan para ekonom. Sebelum diumukan pemerintah Singapura, para pengamat memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara tetangga ini akan minus 37,4% secara kuartalan dan secara tahunan akan berkontraksi 11,3%.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini