Menkes Terawan Dicecar DPR soal Anggaran Kesehatan yang Bikin Jokowi Marah

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 20 2246801 menkes-terawan-dicecar-dpr-soal-anggaran-kesehatan-yang-bikin-jokowi-marah-PB2jzwTrEY.jpg Menkes Terawan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mencecar banyak pertanyaan kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Pimpinan rapat Banggar DPR RI, Said Abdullah mengatakan realisasi serapan anggaran kesehatan ramai dibahas lantaran tidak sesuai ekspektasi. Pasalnya, rendahnya serapan anggaran kesehatan pada program penanganan virus corona atau Covid-19.

"Pertama penanganan Covid-19, dan ramainya serapan anggaran yang rendah. Pada saat yang sama muncul dari Komisi IX karena lemahnya koordinasi antara Gugus Tugas dan Kemenkes," kata Said di ruang rapat Banggar DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga: Soroti Kinerja Menkes, Jokowi : Anggaran Rp75 Triliun, Baru Keluar 1,53 Persen! 

Senada yang sama juga dilontarkan pada anggota Banggar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dolfie Ofp yang menyebutkan pnyerapannya kesehatan baru 5% 4 triliun lebih padahal penanganan kesehatan ini yang sangat penting karena dampak dari pandemic ini menjalar ke mana-man.

"Kita ingin tahu kenapa kasih anggaran Rp87,5 triliun penyerapannya hanya 5% atau Rp4 triliun," katanya.

Dia meminta Menteri Kesehatan menjelaskan permasalahan yang terjadi di lapangan. "Memang ini ujian betul, di Pasuruan, Jambi, Ciamis ini kan viral di mana-mana," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kinerja Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto. Sebab, anggaran yang didapat Kemenkes sebanyak Rp75 triliun, baru digunakan sekira 1,53%. Padahal, sektor kesehatan saat ini yang paling dibutuhkan di Indonesia.

Baca Juga: Menkes Terawan Pastikan WNI yang Dipulangkan dari Wuhan Bebas Virus Korona 

"Misalnya saya beri contoh bidang kesehatan, tuh dianggarkan Rp75 triliun, baru keluar 1,53% coba. Uang beredar di masyarakat kerem ke situ semua," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020, lalu, yang videonya baru diunggah ke akun Youtube Sekretariat Negara pada Minggu (28/6/2020).

"Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran. Sehingga men-trigger ekonomi," sambungnya.

Jokowi meminta Kabinet Indonesia Maju untuk segera menggelontorkan anggaran sebesar-besarnya guna mencegah terjadinya krisis ekonomi saat pandemi. Ia berharap agar perekonomian di Indonesia bisa kembali sedikit stabil.

"Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya, karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat akan naik. Jadi belanja kementerian tolong dipercepat," katanya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini