Share

BPK Ungkap Rekening Pribadi Digunakan untuk Pengelolaan APBN

Dita Angga R, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 20 2249437 bpk-ungkap-rekening-pribadi-digunakan-untuk-pengelolaan-apbn-V6hdIfXocr.jpg BPK Ungkap Rekening Pribadi Digunakan untuk Kelola APBN. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan kelemahan dalam penatausahaan dan pencatatan kas setara kas, persediaan, aset tetap, dan aset tak berwujud pada Kementerian/Lembaga.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, kelemahan tersebut salah satunya disebabkan adanya penggunaan rekening pribadi dalam mengelola dana yang bersumber dari APBD.

“Masalah yang teridentifikasi adalah penggunaan rekening pribadi untuk pengelolaan dana yang bersumber dari APBN,” katanya di Istana Negara, Senin (20/7/2020).

Baca Juga: LKPP 2019 Raih WTP, BPK Soroti Utang hingga Gaji PNS

Selain itu, ditemukan juga masalah saldo kas yang tidak sesuai dengan fisik, sisa kas terlambat atau belum disetor dan penggunaan kas yang tidak dilengkapi dokumen pertanggungjawaban pada 34 kementerian dan lembaga.

“Terdapat ketidaksesuaian pencatatan persediaan dengan ketentuan pada 53 kementerian dan lembaga, dan pengendalian atas pengelolaan aset tetap pada 77 kementerian/lembaga yang belum memadai berdampak adanya saldo BMN yang tidak akurat,” lanjutnya.

Terkait dengan penggunaan rekening pribadi, Agung mencatat tidak hanya satu lembaga. Dia mengatakan hal ini dilakukan oleh beberapa kementerian/lembaga.

Baca Juga: Temuan BPK: Dari 542 Pemerintah Daerah, Hanya 1 yang Mandiri

“Ada di Kementerian Pertahanan, Kementerian Agama, kemudian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kalau tidak salah. Kemudian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Bapeten atau Badan Pengawas Tenaga Nuklir,” tuturnya.

Menurutnya setiap lembaga memiliki kompleksitas masalah yang berbeda-beda. Dia mengatakan ada lembaga yang dalam proses memang dilakukan pembenahan.

“Tetapi ada juga yang masih ada masalah jadi dia belum disetor ke kas. Ada yang kemudian walaupun pakai rekening pribadi namun demikian dia merupakan bagian dari kas yang disajikan dalam laporan keuangan. Tapi ada juga yang di luar itu,” pungkasnya. 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini