Mengenal Negative Pressure Room, Tempat Isolasi Penderita Corona

Raikhul Amar/M Ridwan, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 470 2250475 mengenal-negative-pressure-room-tempat-isolasi-penderita-corona-rDrQz7T4qZ.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Salah satu upaya menghentikan rantai penyebaran virus corona (Covid-19) adalah dengan melakukan isolasi mandiri bagi orang sakit yang terdiagnosa reaktif Covid-19 dan orang berpotensi menjadi carrier.

Hal yang menjadi masalah ketika seseorang ingin melakukan isolasi mandiri adalah ruangan untuk isolasi itu sendiri. Jika mereka mengisolasi diri pada ruangan yang memiliki sirkulasi udara buruk, hal itu bisa menyebabkan penyebaran penyakit kepada orang yang sehat. Oleh karena itu, udara di ruangan harus bersirkulasi dengan baik.

Baca Juga: Kasus Positif Corona Tembus 91.751, Berikut Sebarannya di 34 Provinsi

Udara dari ruangan tidak boleh dengan sembarangan disirkulasikan karena udara tidak sehat tersebut bisa menyebar ke ruangan lainnya yang seharusnya steril. Udara di dalam ruangan isolasi mandiri harus mengalir melalui exhaust grill yang ditentukan sebelumnya dan udara harus diperhatikan agar tidak bocor dari sela-sela pintu maupun jendela. Ruangan ini biasa disebut sebagai Ruangan Negative Pressure.

Ruangan Negative Pressure adalah ruangan yang didesain sedemikian rupa sehingga tekanan udara di ruangan itu lebih rendah dibandingkan dengan tekanan udara di lingkungan sekitarnya. Dengan kondisi ruangan ini, maka udara pada ruangan tersebut tidak bisa keluar ke ruangan lain melalui bukaan atau celah pintu. Hal ini mencegah penyebaran bakteri atau virus.

Baca Juga: Menko Luhut: 180 Ribu Tenaga Kerja Sektor Pariwasata Terdampak Covid-19

"Untuk mencapai hal ini, kapasitas udara yang keluar dari ruangan itu harus lebih besar dibandingkan dengan kapasitas udara yang masuk ke dalam ruangan tersebut," ujar Edbert, Engineer PT Simtex Mechatronic Indojaya.

Selain itu, udara yang keluar dari ruangan tersebut pun tidak boleh dibuang begitu saja ke lingkungan. Udara yang akan dibuang harus mengalami beberapa proses filtrasi terlebih dahulu. Proses filtrasi bisa menggunakan HEPA filter dan filter karbon. Tujuan dari pemasangan HEPA filter tersebut agar virus, bakteri, atau partikel jahat lainnya pada ruangan itu tidak menyebar ke lingkungan sekitar.

Sedangkan tujuan dari pemasangan filter karbon adalah untuk menghilangkan bau tidak sedap pada udara yang akan dibuang sehingga pada saat dibuang ke udara bebas sudah tidak bau lagi. Kemudian bisa juga ditambahkan lampu UV tipe C, yang bertujuan membunuh virus dan bakteri yang sudah tersaring pada HEPA filter.

Edbert juga mengimbau agar pada saat membuat kondisi negative pressure room, selain melakukan penyaringan pada udara yang akan dibuang, udara segar yang masuk ke ruangan pun harus mengalami proses filtrasi. Hal ini agar partikel debu virus, bakteri, dan zat kotor lainnya, tidak masuk ke ruangan sehingga udara yang masuk ke ruangan sudah bersih. "Kemudian jangan lupa untuk memperhatikan kebocoran udara yang bisa terjadi pada celah pintu. Bahkan, sebaliknya jangan terlalu banyak kebocoran," katanya.

Dengan melakukan penerapan kondisi negative room ini, maka bisa diciptakan suatu kondisi di dengan udara pada ruangan tersebut tidak menyebar ke ruangan lainnya melalui celah atau bukaan pintu sehingga membantu menghambat penyebaran virus atau bakteri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini