Mau Intip Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Wajib Rapid Test

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 320 2252550 mau-intip-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-wajib-rapid-test-fEcLiEkS4a.jpg Rapid Test di Proyek Kereta Cepat (Foto: Michelle)

JAKARTA - Protokol Kesehatan juga diterapkan pada Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Tak hanya pekerja, bahkan wartawan yang melakukan peliputan pun harus diuji kesehatannya terlebih dahulu.

Dalam rangka peliputan progress proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China, diterapkan protokol Covid-19 yang ketat. Selain pengecekan suhu tubuh dengan termometer infra merah dan social distancing serta pemakaian dan pembagian masker, semua wartawan dan pengunjung lokasi yang berkepentingan diwajibkan untuk mengikuti rapid test Covid-19.

 Baca juga: Tetap Berlanjut, Proyek Kereta Cepat Diintegrasikan Jadi Bandung-Surabaya

Terdapat 7 wartawan dari 7 media yang turut meliput acara ini. Untuk mendata rapid test, terlebih dahulu wartawan harus memberikan data pribadi berupa nama dan tanggal lahir, riwayat gejala, riwayat rapid test atau swab, dan asal media serta kontak yang bisa dihubungi.

Hingga saat ini, terpantau hasil rapid test dari semua rekan media non-reaktif.

Physical distancing saat antre pun diterapkan. Terdapat jarak 1-2 meter per antrian. Area rapid test pun dipisahkan untuk pengunjung yang belum menerima hasil rapid test dan untuk pengunjung yang hasil rapid test nya non-reaktif.

 Baca juga: Proyek Kereta Cepat Jalan Terus? Ini Kata Menteri PUPR

Adapun pengunjung wajib menunggu di area tunggu yang terpisah selama 15 menit. Hal ini karena rapid test membutuhkan waktu 15 menit untuk menunjukkan hasilnya per orang.

Pengunjung nantinya akan dipanggil namanya setelah hasilnya keluar. Jika terpantau non-reaktif, akan ditempelkan sticker hijau di lengan kanan baju masing-masing.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini