Perajin Pisau dan Golok Kebanjiran Order Jelang Idul Adha

Bambang Sugiarto, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 320 2253460 perajin-pisau-dan-golok-kebanjiran-order-jelang-idul-adha-cae9KphNT4.jpg Golok (Foto: Ilustrasi Reuters)

JEMBER - Jelang Idul Adha perajin pisau dan golok untuk alat sembelih hewan kurban alami peningkatan omzet penjualan. Perajin pisau dan golok di Jember kebanjiran pesanan untuk alat menyembelih hewan kurban.

Meski omzet penjualan tidak seramai tahun lalu karena pandemi, namun perajin bersyukur karena bisnisnya tetap berjalan. Adalah Zaeni, perajian pisau dan golok warga Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Jember mengaku gembira jelang Hari Raya Idul Adha.

Baca Juga: Kopi Arabika Purbalingga, Potensi Lokal dengan Kualitas Internasional

Pasalnya, permintaan pisau dan golok meningkat ketimbang hari biasa. Tiap hari setidaknya ada 15 orang yang membeli atau meminta jasa perbaikan pisau dan golok untuk alat menyembelih hewan kurban.

Padahal sebelumnya, tiap hari hanya ada satu atau dua orang pembeli saja yang memanfaatkan jasanya. Zaeni membuat pisau dan golok masih terbilang tradisional.

Dia menggunakan alat manual seperti membakar besi dan membengkokkan besi untuk dijadikan pisau atau golok dengan tenaga manusia. Untuk membuat golok atau pisau, Zaeni dibantu dua orang pekerjanya sehingga pekerjaan memproduksi pisau dan golok dapat cepat selesai.

Baca Juga: Bos Kopi Kenangan: Jualan Kopi Itu Kualitas bukan Fasilitasnya

Meski demikian menurut Zaeni, perajin pisau dan golok tahun ini omzetnya menurun jika di bandingkan tahun lalu karena adanya pandemi corona.

Satu pisau atau golok di jual dengan harga variatif dari Rp25 ribu hingga RP100 ribu tergantung besar kecilnya alat itu. Selain memproduksi pisau dan golok, Zaeni juga memproduksi alat alat pertanian seperti cangkul dan sabit.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini