Pemulihan Tercepat Ekonomi RI Bisa Gagal jika Tak Fokus Tangani Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 20 2253826 pemulihan-tercepat-ekonomi-ri-bisa-gagal-jika-tak-fokus-tangani-covid-19-ICkxgQlt07.jpg Krisis Ekonomi (Okezone)

JAKARTA - Jumlah pasien positif Covid-19 atau virus corona di Indonesia terus meningkat. Totalnya, per Selasa 28 Juli 2020 hingga pukul 12.00 WIB, orang dinyatakan positif corona menjadi 102.051.

Berdasarkan situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus positif didapatkan penambahan kasus baru berdasarkan konfirm PCR Covid-19 bertambah 1.748, dan total jumlah positif menjadi 102.051. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh menjadi sebanyak 60.539, dan sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 4.901.

 Baca juga: Lengkap! Berbagai Jurus Selamatkan Ekonomi Indonesia dari Resesi

Menanggapi hal itu, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, tanpa adanya penanganan pandemi yang fokus untuk menurunkan jumlah pengidap Covid-19, maka sulit untuk mewujudkan pemulihan ekonomi di Tanah Air. "Tidak ada pemulihan ekonomi tanpa terlebih dulu fokus pada penanganan pandemi," kata Bhima kepada Okezone, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, pandemi ini hampir melumpuhkan kegiatan perekonomian. Contohnya, kegiatan perkantoran menjadi terganggu karena kini muncul beberapa kasus yang berlangsung dari kegiatan kerja di sebuah kantor.

 Baca juga: Bu Sri Mulyani, Indonesia Bisa Selamat dari Jurang Resesi?

"Karena pandemi ini memengaruhi hampir seluruh aspek ekonomi. Masyarakat mau belanja saja takut kalau kasus positif nya naik. Karyawan mau bekerja di kantor ternyata banyak kantor menjadi epicentrum penyebaran covid," ujarnya.

Dia menyebut bahwa perekonomian Indonesia akan masuk ke jurang resesi pada kuartal III tahun 2020, bila pemerintah tak bisa mengendalikan kasus Covid-19.

"Ini menunjukkan gejala pada kuartal III akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang negatif. Akhirnya Indonesia bisa dipastikan masuk ke resesi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yakin pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 0% pada 2020. Hal ini seiring pemulihan akan terjadi pada kuartal III dan IV.

"Untuk pemulihannya juga sangat tergantung pada penanganan Covid-19, terutama semester II yaitu kuartal III dan IV ini," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual usai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, kemarin.

Menurut hitung-hitungannya, jika kedua faktor tersebut berjalan sesuai harapan, maka perekonomian di paruh kedua tahun ini masih bisa selamat dari zona negatif.

"Dengan proyeksi ekonomi di kuartal III berada di rentang 0% sampai tumbuh 0,4%, serta kuartal IV pertumbuhan ekonomi bisa mencapai antara 2% sampai 3%," kata Sri Mulyani.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini