Long Weekend, Sisihkan 10% Gaji untuk Piknik

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 320 2255037 long-weekend-sisihkan-10-gaji-untuk-piknik-x4mIOdYt6J.jpg Tips Mengelola Keuangan untuk Milenial. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Libur Lebaran Idul Adha seperti sekarang menjadi momen untuk pergi berlibur atau piknik. Libur yang panjang bisa dimanfaatkan untuk melepas penat selama kerja.

Apalagi, selama pandemi virus corona merasa bosan karena sudah lama menghabiskan waktu di rumah. Sangat tepat untuk bisa berlibur pada pekan ini.

Meski demikian, Perencana Keuangan Andi Nugroho menyarankan agar tepat mengelola keuangan dengan baik saat momen Lebaran di tengah pandemi. Artinya, tidak masalah piknik ataupun pulang kampung, asalkan secara keuangan masih cukup aman.

Baca Juga: Siasati Keuangan Agar Dompet Tak Boncos saat Long Weekend Idul Adha

"Kembali lagi ke kondisi masing-masing orang. Artinya kalau buat teman-teman yang enggak ada masalah dengan keuanganya artinya gaji tetap dibayarin kemudian juga mereka sah sah aja. Misalnya mau sekedar piknik. Apalagi buat teman-teman PNS yang bakal dapat bonus (gaji-13) silahkan silahkan aja. Sepanjang tidak melanggar PSBB menurutku masih sah-sah aja," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (31/7/2020).

Hanya saja tetap harus diatur pengeluarannya. Saran Andi, pengeluaran untuk kebutuhan piknik ada baiknya hanya sekitar 10% saja dari penghasilan, sedangkan sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Kenapa Ada Generasi Sandwich? Berikut 5 Penyebabnya

"Tinggal mereka atur saja besaran dana yang digunakan untuk piknik ini tidak terlalu besar atau dibadgetin aja misalnya 10% penghasilan mereka. Jadi jangan mentang-mentang boleh piknik mentang-mentang udah lama tidak keluar-keluar kemudian sekalinya piknik langsung keluar semua," jelasnya.

Sedangkan bagi mereka yang secara finansial ataupun pekerjaan sedang sulit, ada baiknya mulai dikurangi untuk berpergian. Jika memang hanya ingin sekedar mengunjungi keluarga, boleh saja asal pengeluarannya harus benar-benar diatur.

"Kalau teman-teman kena PHK sebaiknya ditunda dulu. Ataupun misalkan mau sekedar nengokin orang tua nengokin sodara boleh saja tapi kembali lagi diatur," kata Andi.

Mengingat, ada beberapa kebutuhan yang lebih urgent seperti biaya hidup sehari-hari, cicilan kredit hingga biaya sekolah anak bagi yang sudah berkeluarga. Sedangkan pendapatan sangat terbata karena adanya pandemi.

"Karena kan ada kebutuhan mereka yang lebih penting yang lebih urgent untuk kebutuhan sehari-hari, tagihan, anak masuk sekolah itu kebutuhannya lebih urgent," kata Andi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini